Empat belas tahun berselang dari hasil imbang 4-4 di Premier League yang luar biasa antara kedua tim, yang diamankan oleh gol ajaib mendiang Cheick Tiote, putranya yaitu Rafael, menjadi maskot saat the Magpies menghilangkan rasa gugup para pendukung tuan rumah sebelum pertandingan untuk meraih kemenangan 4-0.
Tim asuhan Eddie Howe yang memegang keunggulan 2-0 dari leg pertama semi final menyelesaikan bagian kedua dari tugas mereka, berjarak satu kemenangan lagi untuk mengakhiri rentetan tanpa kemenangan besar yang dimulai sejak kemenangan mereka pada tahun 1969 di Inter-Cities Fairs Cup.
Kemenangan atas Liverpool atau Spurs di Wembley akan memastikan status legenda bagi manajer Howe dan para pemainnya.
Arsenal dan pelatihnya Mikel Arteta tidak boleh mengeluh saat mereka telah dikalahkan secara menyeluruh oleh Newcastle dalam dua leg karena kini bisa mengalihkan perhatian mereka untuk berusaha mengalahkan sang pemuncak klasemen Liga Primer Liverpool dan berjuang meraih trofi di Liga Champion.
“Untuk percaya bahwa kami bisa membalikkan keadaan, kami perlu menciptakan momentum, terutama di babak pertama,” kata Arteta kepada wartawan.
“Kami tidak berhasil mencetak gol meski bermain tenang dibabak pertama. Di babak kedua, kami mulai kesulitan. Pertandingan mulai menjauh dari kami,” imbuhnya.
Arsenal sudah tersingkir dari Piala FA, jadi mereka sekarang akan menggunakan akhir pekan kosong yang jarang terjadi dengan melakukan perjalanan ke Dubai untuk menjalani latihan di cuaca hangat, yang diharapkan Arteta dapat menjadi obat untuk bulan-bulan terakhir dalam perburuan gelar Premier League.
“Pertama-tama, saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menyakitkan dan saat kami berada di Dubai, memulihkan tenaga dan kemudian pergi lagi karena masih banyak yang harus kami perjuangkan,” ujar Arteta.
Sementara pelatih Newcastle Eddie Howe mengakui timnya bermain dengan pressing tinggi. “Kami bermain melawan tim elite dan satu kesalahan bisa membuat segalanya menjadi sulit. Kami harus menjadi diri kami sendiri, menjadi yang terdepan,” sebut Howe.
Howe mengatakan perencanaan untuk pertandingan ini baru dimulai dua hari lalu, tetapi pengalaman Liga Champions timnya musim lalu membuat para pemainnya dapat dengan cepat beradaptasi.
“Pengalaman Liga Champions sangat membantu kami karena itu membuat kami bekerja dengan perputaran dua hari. Kami dapat mengubah beberapa hal tergantung pada lawan dan Anda dapat melihat hari ini perubahan dalam penampilan kami,” ucapnya.
Howe membawa Newcastle ke final Piala Liga dua tahun lalu, namun mereka gagal saat penantian klub untuk meraih trofi utama, yang telah berlangsung selama 70 tahun, terus berlanjut.
Tim mana pun yang akan dihadapi Newcastle di Wembley bulan depan, Howe yakin mereka akan lebih siap untuk tampil. “Sangat luar biasa (untuk kembali ke Wembley),” kata Howe.
“Penampilan pertama di sana sedikit tidak terduga, tetapi klub yang kami inginkan harus berada di sana secara teratur, jadi itu bukan kejutan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur