Transfer ini terjadi hanya beberapa hari setelah Morata dan istrinya yang merupakan seorang influencer asal Italia, Alice Campello, mengumumkan mereka telah kembali bersama setelah berpisah lima bulan lalu.
Media Spanyol mengkonfirmasi alasan utama perpisahan pasangan itu adalah pertengkaran setelah kemenangan final Euro 2022 lalu, ketika Alice menginginkan dirinya bersama anak mereka dan teman-temannya ingin merayakan kemenangan di atas lapangan namun tak dipenuhi Morata.
Mantan striker Chelsea ini kemudian muncul dengan konferensi pers yang mengejutkan di mana dia membuka diri tentang depresi yang disebabkan oleh kritik keras yang diterimanya selama beberapa tahun terakhir, baik di tingkat klub maupun nasional.
“Ketika Anda mengalami masa-masa sulit, depresi, serangan panik, tidak peduli pekerjaan apa yang Anda lakukan, situasi apa yang Anda alami dalam hidup, Anda memiliki orang lain di dalam diri Anda yang harus Anda lawan setiap hari dan setiap malam,” papar Morata melansir dari laman dailymail.co.uk Selasa (4/2/2025) pagi ini.
“Bagi saya meninggalkan Spanyol adalah pilihan terbaik saat itu. Saya tidak tahan,” ungkapnya.
Meskipun menjalani musim yang menakjubkan di Atletico Madrid, dimana Morata mencetak 21 gol, pemain tim nasional Spanyol ini memutuskan untuk pindah ke AC Milan namun ia tidak dapat memberikan performa yang baik padahal pemain berusia 32 tahun ini membangun portofolio yang mengesankan di berbagai klub, juga tampil untuk Real Madrid dan Juventus.
Selama musim 2023-24, Morata mencetak enam gol dan menyumbangkan satu asis dalam 26 pertandingan. Sejak perpisahan dengan sang kekasih, ada rumor yang terus beredar pasangan ini telah melakukan upaya untuk kembali bersama.
Dalam wawancara pertamanya setelah berpisah, Alice, yang memiliki empat anak dengan Alvaro mengatakan hal itu. “Dia sangat mencintai saya dan sangat baik. Dia banyak mendorong saya dalam semua proyek saya dan membuat saya melihat bagian yang baik dari diri saya yang mungkin tidak saya lihat,” kata Alice.
Editor: Aspian Nur