Kemenangan yang jadi debut mengesankan bagi pelatih anyar AC Milan Sergio Conceicao sebagai pelatih. Sebuah penalti di babak kedua dari Christian Pulisic menit 71 dan gol bunuh diri dari Federico Gatti menit 75 menyempurnakan kebangkitan Milan setelah Kenan Yildiz membawa Juve unggul lebih dulu di menit ke-21.
Conceicao pun berpeluang meraih trofi perdana setelah menggantikan Paulo Fonseca yang dipecat sebagai Rosonerri. Intrik yang diharapkan dari pertarungan antara ayah dan anak gagal terwujud, setelah pemain sayap Juventus Francisco Conceicao, dimasukkan ke dalam susunan pemain inti, namun ia ditarik keluar setelah mengalami cedera saat pemanasan.
Posisi Conceicao digantikan oleh Yildiz dan setelah awal pertandingan yang lamban dan penuh tipu daya, penyerang asal Turki ini berhasil memecah kebuntuan.
“Untuk penampilan kami di babak kedua, kami layak untuk mencapai final. Di babak pertama saya melihat Milan yang penuh keraguan, seperti beberapa pekan lalu,” kata Conceicao kepada SportMediaset. “Kemudian kami berbicara saat turun minum. Kami harus memahami apa yang harus kami lakukan untuk menang dan mereka sangat berani,” sebutnya.
Sang manajer Milan memeluk putranya setelah pertandingan sebelum merayakannya bersama para pemainnya dan Conceicao sekarang akan berusaha untuk menghentikan langkah Inter meraih trofi Super Cup keempat mereka secara beruntun.
“Babak kedua benar-benar berbeda, tetapi kami belum melakukan apa-apa,” ujar Conceicao. “Kami memiliki waktu istirahat satu hari lebih sedikit dan ini merupakan faktor penting,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur