Barca tetap berada di puncak klasemen LaLiga dengan 38 poin namun poin mereka kini sama dengan Atletico Madrid diposisi kedua yang akan mereka jamu akhir pekan nanti dan unggul satu poin dari Real Madrid di posisi ketiga, dengan kedua rival mereka memiliki satu pertandingan tersisa.
Ini merupakan kemenangan pertama Leganes di Barcelona dan membuat mereka berada di peringkat 15 klasemen dengan 18 poin.
Leganes unggul lebih dulu melalui sepak pojok setelah empat menit ketika kapten tim tamu, Gonzalez, berdiri tanpa kawalan di tiang dekat dan mencetak gol sundulan yang tidak dapat dihalau oleh penjaga gawang Inaki Pena.
Barca segera mengejar gol penyeimbang, namun, meskipun mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dari 80 persen, mereka tidak mampu mengatasi pertahanan Leganes yang disiplin dan terorganisir dengan baik, dan melewatkan beberapa peluang.
Mereka gagal mencapai target dengan 16 dari 20 tembakan dalam pertandingan dan ketika mereka berhasil, mereka membentur tembok pertahanan Leganes, Marko Dmitrovic, yang melakukan tiga penyelamatan spektakuler di babak pertama.
Rasa frustrasi tuan rumah semakin bertambah setelah jeda dan mereka melewatkan beberapa peluang dengan Dani Olmo, Lamine Yamal dan Raphinha yang membuang peluang bagus, sementara Lewandowski dan Jules Kounde gagal menyarangkan bola dari jarak dekat.
“Mustahil bagi kami untuk pulang dengan perasaan senang setelah apa yang terjadi hari ini,” ujar penyerang Barca Pedri yang tampak frustrasi kepada DAZN.
“Kami tidak memiliki percikan yang dibutuhkan di lini depan untuk mencetak gol dan kami harus menjalani pertandingan dengan lebih baik, kami tidak bisa membiarkan lawan mencetak gol di awal seperti ini,” imbuhnya.
“Saya pikir kami telah menciptakan peluang namun kami harus tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Sulit untuk mencari penjelasan mengapa kami kesulitan di La Liga, tetapi kami harus segera bangkit,” tegas Pedri.
Asisten manajer Barcelona Marcus Sorg mengaitkan kesulitan tim dengan jadwal padat yang telah membebani para pemain.
“Kami harus belajar dari pengalaman ini karena jadwal yang ada sangat berat bagi para pemain. Kami telah memainkan banyak pertandingan yang sangat menuntut dalam beberapa hari dan tim tidak terbiasa dengan hal ini,” kata Sorg.
Sorg memimpin tim dari pinggir lapangan karena pelatih Hansi Flick mendapat skorsing dua pertandingan setelah diusir keluar lapangan saat bermain imbang 2-2 di Real Betis pekan lalu. “Sangat sulit untuk memahami kekalahan ini. Masalah pertama adalah kurangnya konsentrasi dalam lima menit pertama pertandingan ketika kami kemasukan gol pertama,” ujar Sorg.
Editor: Aspian Nur