The Red Devils menambah penderitaan bagi sang juara bertahan saat gol-gol di menit-menit akhir dari Bruno Fernandes dan Amad Diallo merebut kemenangan tandang yang diprediksi tidak mungkin terjadi mengingat bagaimana performa United yang sebenarnya tidak stabil.
Namun kondisi tuan rumah sebenarnya lebih tidak meyakinkan karena mereka sebelum laga ini sudah melewati 10 pertandingan dengan hanya satu kemenangan dan kekalahan jadi yang ke-11 yang diderita anak asuh Josep Guardiola.
Unggul lebih dulu dari sundulan Josko Gvardiol menit 36, comeback dilakukan tim tamu di menit akhir babak kedua. Berawal dari sepakan penalty Bruno Fernandes menit 88 setelah Amad Diallo ditekel di kotak terlarang, Diallo jadi penentu kemenangan United dari aksinya menit 90 saat lepas dari hadangan pemain belakang lawan dan melepaskan tendangan dari sudut sempit kearah gawang yang tak bisa dijangkau kiper City Ederson.
City kini hanya menang sekali dari 11 pertandingan di semua kompetisi dan tetap berada di peringkat kelima klasemen mengemas 27 angka sementara United naik ke posisi 13 dengan 22 poin.
Laga ini sendiri jadi derby Manchester pertama Ruben Amorim, pelatih baru United yang sempat dibayangi kekalahan ketiga secara beruntun setelah timnya sempat tertinggal dari gol pembuka City.
Gelandang City Bernardo Silva tidak bisa menutupi kekalahan timnya. “Kami benar-benar pantas menerima apa yang terjadi,” katanya kepada Sky Sports. “Pada menit 87 dalam sebuah derby dan Anda unggul 1-0 dan mendapatkan tendangan sudut dan bola berakhir dengan penalti untuk mereka, jika Anda membuat keputusan bodoh seperti ini, Anda pantas membayarnya,” paparnya.
“Babak kedua, kami menekan dengan baik, kami ingin menang, ini adalah derbi. Kami membuktikan dapat memenangkan setiap pertandingan dan kami sangat senang bisa menang hari ini,” kata Diallo. “Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan untuk ini dan fokus pada pertandingan berikutnya,” sebut pemain asal Pantai Gading itu.
"Ini luar biasa. Saya rasa kami berhak mendapatkannya. Ini laga yang sangat berat, tapi kami yakin sampai akhir. Kami berhasil mencetak gol, kami butuh kemenangan ini, ini penting buat kami dan para suporter," kata Ruben Amorim kepada bbc.
Sementara Pep Guardiola mengatakan tidurnya telah terganggu selama Manchester City mengalami krisis yang semakin parah dan dirinya tidak terbantu dengan hasil akhir yang buruk dari satu diantara kekalahan paling mengejutkan dalam masa kepelatihannya yang panjang.
Guardiola duduk sendirian dengan mata terpejam sambil meneguk air dari botol air sebelum dimulainya kembali babak kedua, kemudian bahkan tidak dapat memberikan kemenangan ketika Manchester United memberikan derby yang sebagian besar suram ini sebuah akhir yang dramatis dan hampir tidak layak dengan sebuah kebangkitan di menit-menit akhir yang luar biasa untuk tim tamu.
“Saya tidak cukup baik. Saya adalah bos. Saya adalah manajer. Saya harus menemukan solusi dan sejauh ini saya belum menemukannya. Itulah kenyataannya,” papar Guardiola.
“Tidak banyak yang bisa dikatakan. Tidak ada pertahanan. Manchester United sangat gigih. Kami tidak pernah kalah dalam delapan pertandingan dalam dua musim. Kami tidak bisa mempertahankan itu,” ucapnya dengan nada sedih.
Guardiola memiliki banyak alasan untuk menyalahkan cedera, terutama pada Rodri dan juga John Stones serta pemain lainnya, namun hal ini tidak dapat dijadikan alasan atas penurunan standar yang begitu drastis, ditambah lagi dengan penampilan lini belakang yang lemah yang mudah dieksploitasi.
Editor: Aspian Nur