Unggul duluan lewat gol penalty Bruno Fernandes menit 70, The Blues menyamakan skor hanya empat menit berselang via Moises Caicedo dan skor 1-1 bertahan hingga laga berakhir.
United masih berada di posisi 13 klasemen dengan 12 angka dari 10 laga sementara Chelsea dipapan atas urutan 4 mengemas 18 angka.
Namun bukan hasil laga yang jadi perhatian banyak pecinta bola terutama fans Manchester United, melainkan pernyataan yang dilontarkan Bruno Fernandes yang menyebut dirinya bertemu dengan manajer United yang dipecat Erik ten Hag dan meminta maaf karena tidak melakukan lebih banyak hal untuk mencegahnya kehilangan pekerjaan.
Diketahui pelatih asal Belanda itu dipecat pekan lalu setelah kekalahan 2-1 United di West Ham, yang membuat mereka berada di urutan ke-14 klasemen.
Ten Hag diketahui menjadikan Fernandes sebagai kaptennya di United dan tetap bertahan dengan sang gelandang meskipun terkadang mendapat kritikan tajam.
Dan sang gelandang asal Portugal mengatakan para pemain harus bertanggung jawab. Setelah tidak mencetak gol musim ini hingga ia mengonversi penalti di babak kedua untuk membawa United unggul atas Chelsea, Fernandes merasakan rasa sakitnya lebih dari yang lain. “Tidak baik bagi siapa pun di klub ketika manajer pergi,” katanya kepada Sky Sports.
“Anda harus menimpakan sebagian kesalahan pada diri Anda sendiri karena tim yang tidak bermain dengan baik dan lebih mudah menyingkirkan seorang manajer daripada 15 pemain. Saya berbicara dengan manajer dan meminta maaf. Kami tidak mencetak gol dan saya merasa bertanggung jawab. Saya biasanya mencetak banyak gol tetapi saya selalu memberikan 100 persen dan dia menyadari hal itu,” paparnya.
Dalam wawancara terpisah dengan BBC Sport, Fernandes mengatakan ia telah berbicara dengan teman-temannya selama sepekan dan memperkirakan rangkaian kejadian yang akan terjadi. “Saya mengatakan semuanya akan datang kepada kami dan orang-orang akan mengatakan kami ingin manajer dipecat,” tambahnya.
Ten Hag berulang kali mengatakan bahwa musim ini timnya tidak cukup banyak mengkonversi peluang menjadi gol. Hal yang sama juga terjadi saat melawan Chelsea, dengan Alejandro Garnacho gagal memanfaatkan beberapa peluang, Marcus Rashford melepaskan tendangan di babak pertama yang membentur tiang gawang dan pemain pengganti Joshua Zirkzee terjebak dalam penguasaan bola setelah terlihat memiliki ruang kosong di depan gawang.
Menyaksikan hal tersebut pastinya sangat menyakitkan bagi sang pelatih sementara, Ruud van Nistelrooy, yang telah mencetak 150 gol untuk United dalam lima musim yang produktif.
Namun dia masih melihat tanda-tanda optimisme. “Pertandingan terakhir kami kehilangan beberapa poin karena kami tidak memanfaatkan peluang,” katanya. “Hal yang bagus adalah kami menciptakan banyak peluang sepanjang musim sejauh ini. Ketika para pemain mengikuti alur dengan hasil yang datang, gol-gol juga akan datang,” tegas Nistelrooy.
RvN mengungkapkan ia belum berbicara dengan Amorim dan tidak ada pembicaraan yang dijadwalkan sebelum tugas sementaranya sebagai manajer berakhir setelah pertandingan kandang pada pekan depan melawan tim asal Yunani, PAOK, di Europa League dan Leicester di Premier League.
Sebagai penggemar fanatik Sporting, Fernandes meninggalkan mereka untuk bergabung dengan United pada Januari 2020, dua bulan sebelum Amorim tiba dari Braga, dan pemain berusia 30 tahun itu telah menyaksikan transformasi mantan klubnya.
“Saya menonton banyak pertandingan Sporting,” tambahnya. “Ruben Amorim membawa kegembiraan kembali ke klub. Ada sedikit perpecahan ketika dia datang, tetapi dia mengubah segalanya dan menyatukan semua orang,” ungkap Fernandes.
Editor: Aspian Nur