Dengan tingkat kebisingan yang meningkat dan kegembiraan yang memuncak, Mourinho dikartu merah oleh wasit asal Perancis Clement Turpin, sebelum satu jam pertandingan berjalan saat ia menklaim penalty bagi timnya dan melakukan protes keras setelah Bright Osayi-Samuel terjatuh karena terjegal gelandang United, Manuel Ugarte.
Meskipun ada protes keras dari bangku cadangan Fenerbahce, VAR mendukung pendapat Turpin tidak ada yang ilegal dari insiden tersebut dan Turpin mendatangi area teknis untuk menyuruh Mourinho pergi.
Pelatih asal Portugal akhirnya pindah ke tangga dibagian depan tribun di samping ruang istirahat, cukup dekat untuk terus memberikan instruksi kepada staf pelatihnya.
Di babak pertama, Mourinho terlihat sangat kesal karena En-Nesyri tidak memanfaatkan kesempatan pertama ketika kiper Setan Merah Andre Onana memberikan bola ke arahnya tepat di depan gawang yang tidak terjaga.
Mourinho bertepuk tangan tak percaya atas penampilan Onana sebelum turun minum saat dua kali melakukan penyelamatan luar biasa.
Hasil ini membuat United masih tertahan diurutan 21 klasemen sementara dengan 3 poin hasil tiga kali imbang sementara Fenerbahce diurutan ke 14 mengemas lima poin, hasil sekali menang dan dua kali imbang.
“Anak-anak saya memainkan pertandingan yang luar biasa,” kata Mourinho kepada TNT Sports. “Kami bermain melawan tim yang berada di level yang lebih tinggi dari kami. Kami menyelesaikan pertandingan dengan seorang bek tengah bermain sebagai bek kanan dan bek kanan sebagai bek kiri. Kami harus melakukan teka-teki yang gila, namun penampilan kami luar biasa dan saya tidak bisa meminta lebih dari itu dari para pemain,” sebutnya.
Mourinho membawa United meraih gelar Liga Europa pada tahun 2017 selama 2½ tahun di Old Trafford dan jadi pelatih Fenerbahce pada akhir musim lalu.
Sementara bagi Red Devils quattrick imbang ini terjadi setahun setelah kemenangan terakhir United di kompetisi Eropa melawan FC Copenhagen. “Dari dua pertandingan tandang yang sulit, Porto dan Fenerbahce, kami meraih dua poin, yang merupakan sebuah hasil,” kata ten Hag yang timnya berada di urutan ke-21 dari 36 tim di fase grup.
“Saya pikir ada beberapa peluang bagus. Babak pertama, Rashy [Marcus Rashford] memiliki peluang bagus. Babak kedua juga untuk Rashy, ketika umpan terakhir datang dengan kaki yang tepat untuknya. Itu tentu saja sangat disayangkan, dan kami kecewa karena tidak menang. Namun kami harus mengambil satu poin dan di Old Trafford kami harus memenangkan pertandingan,” ucap pria asal Belanda itu.
Editor: Aspian Nur