Setelah enam kekalahan beruntun dimana Blaugrana kalah dengan kemasukan 22 gol berbanding empat gol oleh Bayern, termasuk kekalahan memalukan 8-2 di perempat final Liga Champions empat tahun lalu, Barcelona membalaskan dendam dengan penampilan menyerang yang luar biasa pada pertandingan ini yang pastinya tak terlepas dari peran sang pelatih, Hansi Flick yang sebelumnya jadi pelatih di Bayern.
Di Stadion Olimpiade Lluis Companys, pemain sayap Barcelona Raphinha mendapatkan tepuk tangan meriah setelah mencetak hat-trick untuk membantu tim Catalan meraih kemenangan telak 4-1 dari Bayern yang menempatkan
mereka di posisi ke-10 klasemen dengan 6 poin hasil dua kemenangan satu kekalahan.
Rapinha, pemain asal Brasil itu yang mengambil alih posisi kapten Barcelona setelah Marc-André ter Stegen karena cedera, memberi tim tuan rumah awal yang sempurna dalam laga ini.
Raphinha mencetak gol pada menit pertama (1) dan terakhir (45) babak pertama dan satu gol menit ke-56 babak kedua, dengan satu gol lagi dicetak mantan penyerang Bayern Robert Lewandowski menit 36 Sang penyerang asal Polandia memilih untuk tidak melakukan selebrasi untuk menghormati mantan klub yang membesarkan namanya. Gol tim tamu yang sempat menyamakan skor dicetak Harry Kane menit 18.
Bagi Raphinha, mantan bintang Leeds United di Liga Inggris itu sudah mencetak 100 gol untuk Barca dengan tiga golnya tersebut.
Pemain sayap yang sedang dalam performa terbaiknya ini dikeluarkan dari lapangan dan mendapat tepuk tangan meriah dengan 15 menit tersisa demi menjaga performa mengingat Barca akan berlaga pada El Clasico melawan Real Madrid akhir pekan ini.
Kemenangan Barcelona melanjutkan awal yang mengesankan di bawah asuhan Hansi Flick, dengan raksasa Catalan meraih enam poin dari kemungkinan sembilan poin di Liga Champions yang menggunakan format baru musim ini.
Barca akan menghadapi Los Blancos yang saat ini ada di puncak klasemen La Liga setelah meraih sembilan kemenangan dari 10 pertandingan, membuat mereka unggul tiga poin dari sang rival utama.
Menurut Flick, kemenangan ini jadi dorongan kepercayaan diri yang sangat besar menghadapi Madrid.
“Kemenangan ini sulit dipercaya. Bayern adalah tim yang luar biasa, dengan para pemain fantastis yang tahu bagaimana cara bermain dengan sangat baik. Tentu saja saat memenangkan pertandingan seperti ini kami harus merayakannya. Kemenangan ini memberikan kami kepercayaan diri untuk percaya pada kualitas kami untuk pertandingan yang akan datang akhir pekan,” kata Flick kepada wartawan.
“Kami memiliki satu hari lebih sedikit dari Real Madrid untuk mempersiapkan diri menghadapi laga Clasico, namun semua pemain ingin memainkan partai ini. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan siap,” tegas Flick.
Flick memuji Rapinha bukan hanya karena penampilannya yang luar biasa, namun juga karena kepemimpinannya. “Raphinha adalah contoh yang baik tentang bagaimana seorang pemain dapat memengaruhi bagaimana sebuah tim dapat berfungsi,” kata Flick.
Sementara bagi Bayern ini adalah kekalahan kedua beruntun mereka di Liga Champions membuat tim asuhan Vincent Kompany berada di peringkat 23 dalam fase liga yang berisikan 36 tim. Bayern mengalami kekalahan tandang beruntun di kompetisi ini setelah membuka musim dengan kemenangan 9-2 atas Dinamo Zagreb.
Kompany mengatakan timnya tidak mampu memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan setelah tendangan voli Harry Kane membatalkan gol pembuka Raphinha dan malah membuka peluang bagi Barca untuk kembali unggul dan membunuh permainan dengan serangan balik cepat.
“Saya pikir mungkin satu analisis yang sangat, sangat sederhana yang bisa saya buat adalah ketika Anda memiliki kendali atas sebuah pertandingan dan Anda memiliki begitu banyak penguasaan bola di tempat seperti hari ini melawan tim seperti yang kami mainkan hari ini, Anda harus menggunakan kesempatan itu untuk mengambil momentum dari tim lawan,” ujar Kompany.
“Cara yang terjadi di awal babak pertama adalah apa yang kami pikir bisa kami raih dalam pertandingan ini. Di situlah kami merasa bisa unggul dalam pertandingan ini. Kami merasa ini bisa berbalik untuk kami. Namun pada momen-momen penting, kami kalah dan karena alasan itu, hasil ini cukup berat. Kami bermain melawan tim yang bagus, tetapi kami berambisi untuk memenangkan pertandingan ini, jadi hari ini kami tahu bahwa kami harus belajar dari pertandingan ini agar kami lebih kuat ke depannya,” tegas Kompany
Editor: Aspian Nur