Sebuah pengumuman disampaikan melalui sistem pengeras suara di dalam stadion Atletico dan setelah berbicara dengan kedua manajer, wasit meminta kedua tim untuk kembali ke ruang ganti masing-masing dengan laga dihentikan 15 menit.
Manajer Atletico Diego Simeone dan beberapa pemainnya berusaha untuk menenangkan situasi dengan berbicara kepada para pendukung tuan rumah di tribun penonton.
Pertandingan dilanjutkan dan tendangan bek tengah asal Brasil Militao, yang terdefleksi dari dalam kotak penalti, terlihat sudah cukup untuk memberikan kemenangan bagi Real Madrid.
Namun, pemain pengganti Correa mengelabui Courtois untuk mencetak gol penyama kedudukan dan meskipun gol tersebut awalnya dianulir gol tersebut kemudian disahkan setelah video asisten wasit (VAR) mengonfirmasi pemain internasional Argentina tersebut berada dalam posisi onside saat mengejar umpan terobosan.
Masih ada waktu bagi pemain Atletico namun gelandang tuan rumah Marcos Llorente diusir dari lapangan karena melakukan tantangan keras terhadap Fran Garcia menit 99.
Usai pertandingan Simeone mengkritik Courtois yang merayakan gol Madrid sambil melihat ke arah para pendukung di belakangnya.
“Anda bisa merayakan gol tapi tidak dengan melihat ke arah fans, bersenang-senang, melakukan gerakan seperti itu,” kata Simeone kepada DAZN.
“Para penggemar tidak hanya menjadi marah dengan sendirinya, mereka menjadi marah karena suatu alasan,” tegasnya.
Sang pelatih juga mengatakan bahwa para penggemar Real Madrid pernah melempar korek api ke arah penjaga gawang asal Belgia tersebut di masa lalu saat ia masih menjadi pemain Atletico.
Manajer Real Ancelotti mengatakan keputusan untuk menangguhkan pertandingan adalah benar. Dia juga beralasan timnya tidak perlu patah semangat setelah kebobolan gol penyama kedudukan di menit-menit akhir.
“Kami sudah sangat dekat dengan kemenangan tetapi ini bisa terjadi, lawan sangat kuat,” tambah Ancelotti.
“Saya selalu berpikir positif, bukan negatif, saya pikir kami telah mendapatkan satu poin dari sang pemuncak klasemen,” sebutnya.
Barcelona dengan 21 angka yang start 100 persen kemenangannya diakhiri dengan kekalahan dari Osasuna akhir pekan tadi, unggul tiga poin dari Real yang mengemas 18 angka berada di posisi kedua di puncak klasemen dengan Atletico tertinggal dua poin di posisi ketiga.
Kedua rival Madrid tersebut merupakan satu-satunya tim yang belum pernah kalah di La Liga musim ini. Tim asuhan Ancelotti memperpanjang rekor tak terkalahkan di liga menjadi 40 pertandingan, sebuah rekor yang berawal dari kekalahan Real di laga yang sama musim lalu melawan Atletico pada September 2023.
Editor: Aspian Nur