Dalam rekaman yang telah ditonton puluhan ribu kali di media sosial TikTok, Haaland tampak menelusuri ponselnya saat terjebak macet ditemani kekasihnya Isabel Haugseng Johansen. Saat itu Haaland terekam sedang mengangkat telepon dan melirik ke arah kamera di luar jendela.
Haaland yang mengenakan hoodie biru, terus dengan berani memeriksa perangkatnya didasbor mobil sebelum meletakkannya saat lalu lintas mulai bergerak.
Apa yang dilakukan Haaland terjadi hanya setahun setelah ia tertangkap menggunakan ponselnya saat mengendarai Rolls-Royce Cullinan miliknya, seharga £300.000, di jalur dua arah di Manchester.
“Mobilnya dikelilingi fans yang mengambil gambar dan video. Dia tampak sama sekali tidak terpengaruh dan tidak berpikir untuk melihat-lihat ponselnya saat mengemudi. Dia adalah panutan bagi banyak anak kecil - dia seharusnya tahu lebih baik. Ini sangat berbahaya dan ini bukan pertama kalinya dia melakukannya,” tulis Thesun.co.uk Selasa (24/9/2024) hari ini.
Hanya beberapa jam sebelumnya, Haaland telah mencetak gol pertama City ke gawang Arsenal. Sang juara bertahan kemudian mengamankan satu poin di menit-menit akhir setelah gol penyeimbang dramatis John Stones di masa tambahan waktu.
Dengan viralnya rekaman tersebut, Haaland dikritik oleh para pegiat keselamatan jalan raya yang menyebut tindakannya sebagai sangat berbahaya. “Penting bagi siapa pun yang berada dalam posisi yang memiliki pengaruh untuk bertindak secara bertanggung jawab dalam situasi seperti ini, agar mereka yang mengidolakannya bisa mencontohnya,” ujar Lucy Straker, Manajer Kampanye Keselamatan Lalu lintas.
“Menggunakan ponsel saat mengemudi adalah berbahaya - mengemudi adalah tugas yang sangat kompleks yang membutuhkan perhatian penuh dari seseorang, karena kesalahan apa pun bisa menjadi bencana,” imbuhnya.
Godaan untuk melihat ponsel tidak akan pernah sebanding dengan nyawa seseorang. Kami merasa lega karena dalam kejadian ini tidak ada yang terluka atau terbunuh.
“Kami akan mendorong Erling Haaland untuk menghubungi kami,” tegasnya.
Pengendara yang kedapatan menggunakan telepon genggam di belakang kemudi di Inggris terancam denda £200, setara dengan Rp3,1 Juta dan enam poin pada SIM mereka.
Editor: Aspian Nur