“Ayah memberi tahu kami pada awal tahun ini tentang penyakitnya yang serius dan menerima respons yang luar biasa dari teman-teman dan penggemar sepak bola di seluruh Eropa. Dia diundang ke beberapa tim sepak bola di Inggris, Italia, Portugal dan Swedia. Mereka membagikan kecintaan mereka terhadap sepak bola dan ayah. Itu tak terlupakan bagi dia dan kami. Dia mengungkapkan apresiasi dan kegembiraannya dan menyatakan bahwa kata-kata indah seperti itu biasanya hanya diucapkan ketika seseorang telah meninggal,” sebut mereka.
“Kami berharap Anda akan mengenang Svennis sebagai pribadi yang baik dan positif, baik di depan umum maupun di rumah bersama kami,” harapnya.
Eriksson mengunjungi banyak mantan klubnya tahun ini, termasuk Lazio pada bulan Mei. Eriksson pernah menangani 12 klub, termasuk Manchester City, Leicester, Roma dan Lazio dengan memenangkan 18 trofi. Pelatih asal Swedia ini juga pernah menangani Meksiko, Pantai Gading dan Filipina.
Setelah pensiun sebagai pemain pada usia 27 tahun, ia memulai karier manajerialnya dengan Degerfors pada tahun 1977 sebelum bergabung dengan tim asal Swedia lainnya, Gothenburg, di mana ia memenangkan gelar liga, dua piala domestik, dan Piala Uefa 1982.
Dia kemudian menikmati dua periode bersama klub raksasa Portugal, Benfica, serta menangani tim-tim Italia, Roma, Fiorentina, Sampdoria, dan Lazio - di mana dia memenangkan tujuh trofi, termasuk gelar Serie A, dua Piala Italia, dan Piala Winners Eropa.
Mantan penyerang Inggris, Michael Owen, menggambarkan Eriksson sebagai “salah satu yang terbaik” dan “seorang pria yang akan sangat dirindukan oleh semua orang di dunia sepak bola”.
Pangeran Wales, yang merupakan presiden Asosiasi Sepak Bola mengaku sedih mendengar kabar meninggalnya Sven-Goran Eriksson. “Saya bertemu dengannya beberapa kali sebagai manajer Inggris dan selalu terpukau dengan karisma dan hasratnya terhadap permainan. Pikiran saya bersama keluarga dan teman-temannya. Seorang pria sejati dalam permainan ini,” katanya.
Striker Wayne Rooney melakukan debut bersama timnas Inggris di bawah asuhan Eriksson saat masih berusia 17 tahun dan menggambarkannya sebagai seorang “pria yang spesial”. “Beristirahatlah dengan tenang, Sven,” kata Rooney. “Terima kasih atas kenangan dan semua bantuan dan nasihat Anda. Pikiran dan doa kami bersama semua keluarga dan teman-temannya,” imbuhnya.
Penghormatan telah diberikan oleh sejumlah pemain Inggris yang merupakan bagian dari 'Generasi Emas' di bawah asuhan Eriksson seperti Peter Crouch, John Terry dan Frank Lampard. “Kami akan selalu berterima kasih kepadanya atas kepercayaan dan dukungan yang ia berikan kepada saya dalam karier saya di Inggris,” ujar mereka.
Mantan kapten Inggris David Beckham memberikan penghormatan kepada Eriksson dan mengatakan ia akan selamanya berterima kasih kepada mantan manajer timnas Inggris tersebut.
Eriksson, manajer Inggris non-Inggris pertama, menunjuk Beckham sebagai kapten setelah ditunjuk pada tahun 2001. Pelatih asal Swedia ini menjadi manajer untuk semua kecuali dua dari 59 pertandingan yang dijalani Beckham sebagai kapten Inggris.
“Sven, terima kasih untuk selalu menjadi pribadi yang selalu Anda miliki, penuh semangat, perhatian, tenang dan seorang pria sejati,” kata mantan gelandang Manchester United dan Real Madrid itu. “Saya akan selamanya berterima kasih karena Anda telah menjadikan saya sebagai kapten Anda,” ucapnya.
Beckham mengunggah pesannya di media sosial bersama dengan sebuah video dari kunjungannya untuk menjenguk Eriksson pada awal tahun ini.
“Saya akan selamanya menyimpan kenangan terakhir hari ini bersama Anda dan keluarga Anda. Terima kasih Sven dan dalam kata-kata terakhir Anda kepada saya, “Semuanya akan baik-baik saja,” tutup Beckham.
Editor : Aspian Nur