Gol-gol dari Abde Ezzalzouli dan Soufiane Rahimi membawa Atlas Lions unggul 2-0 di babak pertama. Bilal El Khannouss menambahkan gol ketiga pada menit ke-51 sebelum Rahimi mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini dan gol kedelapannya di Paris 2024.
Akram Nakach membawa Maroko unggul 5-0 pada menit ke-73 dan Achraf Hakimi melengkapi kemenangan dengan tendangan bebas yang bagus tiga menit sebelum pertandingan berakhir.
"Kami harus mendapatkan kemenangan kami, itu tidak mudah. Penting untuk mengalami kegagalan terlebih dahulu dan belajar dari kesalahan dan kami bisa kembali dengan lebih kuat," Tarik Sektioui usai laga. "Itu tidak mudah, kami menjalani pertandingan yang sangat sulit. Para pemain sadar akan tanggung jawab mereka dan bermain dengan penuh kebanggaan," imbuhnya.
Mesir mengalami kekalahan pertama mereka dalam turnamen
"Kami bangga bisa meraih medali ini, kami bekerja sangat keras dan banyak berkorban," ujar Hakimi. "Kami menginginkan emas, sayangnya kami tidak berhasil mencapai final, tetapi kami menunjukkan karakter dan kami mampu memenangkan medali bersejarah bagi Maroko. "Sebagai kapten, saya ingin berterima kasih kepada para penggemar kami yang berada di sini dan di Maroko,” sebutnya.
Finis di podium adalah kunci bagi Maroko untuk menegaskan kebangkitan mereka dalam sepak bola, kata pelatih Sektioui, setelah negara itu mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan finis di urutan keempat setelah mengalahkan tim-tim kuat seperti Spanyol dan Portugal di babak sistem gugur.
"Ini menunjukkan sepak bola Maroko berada di jalur yang baik dan kami membuat kemajuan yang baik. Kami harus sukses setelah Piala Dunia yang kami jalani," tegasnya.
reguler, namun meskipun kalah, mereka menyamai hasil terbaik mereka di Olimpiade dengan finis di posisi keempat seperti pada tahun 1928 dan 1964.
Editor: Aspian Nur