Di babak semi final, Dani Olmo dan Harry Kane menambah koleksi gol mereka masing-masing dengan keduanya kini berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak dengan tiga gol. Namun kedua pemain tersebut tidak sendirian dengan Cody Gakpo (Belanda), Jamal Musiala (Jerman), Ivan Schranz (Slovakia) dan Georges Mikautadze (Georgia) yang juga telah mencetak tiga gol di turnamen ini. Dan UEFA kini telah mengubah apa yang terjadi ketika beberapa pemain memiliki jumlah gol yang sama di akhir turnamen.
Sebelumnya, penghargaan ini akan diberikan kepada pemain yang mencatatkan asis terbanyak, sebuah sistem yang membuat Cristiano Ronaldo membawa pulang penghargaan ini pada tahun 2016.
Namun UEFA kini telah mengkonfirmasi penghargaan tersebut akan dibagi diantara para pemain jika tidak ada yang berhasil unggul di klasemen akhir daftar top skor.
Olmo memiliki asis terbanyak dari keenam pemain dengan tiga gol sehingga ini akan menjadi kabar baik bagi Kane yang kalah dalam urusan memberikan umpan kepada temannya untuk mencetak gol. Penalti sang kapten The Three Lions ke gawang Belanda membuat dirinya kini telah mencetak lebih banyak gol di fase gugur dalam turnamen besar dibandingkan pemain Eropa lainnya dalam sejarah.
Dia mengungguli Kylian Mbappe, Gerd Muller, Antoine Griezmann dan Miroslav Klose, yang masing-masing memiliki delapan gol. “'Saya ingin mencetak lebih banyak gol. Namun turnamen ini merupakan turnamen dengan skor rendah karena berbagai alasan,” kata Kane.
“Lapangan adalah bagian dari alasan itu. Tim-tim lebih terorganisir dan, dari sudut pandang seorang manajer, mereka lebih terstruktur dan menyulitkan tim-tim favorit atau tim-tim yang lebih baik untuk dieksploitasi,” imbuhnya.
Sementara Olmo mengatakan rekor dan hadiah individu tidak menjadi perhatian Spanyol. "Kami hanya memikirkan final, bukan rekor, bukan masa depan," tegasnya. "Kami hanya berjarak 90 menit untuk memenangkannya setelah tiga tahun tidak mencapai final. Kami bermain untuk menan,”sebut Olmo.
Editor: Aspian Nur