Lamine Yamal menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Eropa berkat satu gol indah yang disumbangkannya menit 21 untuk menyamakan skor Ketika Prancis lebih dulu memimpin menit ke-8 via sundulan Randal Kolo Muani, sampai akhirnya Dani Olmo memastikan kemenangan anak asuh Luis De La Fuente dengan tendangan keras menit 25.
Yamal mencetak gol setelah melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti untuk mencatatkan namanya ke dalam buku rekor dengan mencetak gol pada usia 16 tahun dan 362 hari.
Kylian Mbappe yang jadi kapten Prancis dan bermain tanpa menggunakan topeng wajah untuk pertama kalinya sejak cedera hidung tak mampu berbuat banyak pada pertandingan ini meski menyumbang assist untuk gol Muani.
Meskipun Spanyol merupakan tim yang paling menyerang di ajang ini, namun mereka juga membuktikan kalau lini pertahanan sepadan saat mereka tetap berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar juara Piala Eropa keempat kalinya.
Spanyol layak menjadi finalis setelah menjadi tim terbaik di Euro kali ini, memenangkan semua lima pertandingan mereka dan mencetak 13 gol yang merupakan rekor tertinggi di turnamen.
Bintang mereka tidak diragukan lagi adalah para pemain muda mereka dengan Yamal dan pemain sayap berusia 21 tahun, Nico Williams, yang menjadi berita utama di berbagai kesempatan.
Yamal yang belum genap berusia 17 tahun namun telah menjalani musim yang brilian di Barcelona, dimana ia menjadi pemain termuda sekaligus pencetak gol terbanyak dan catatan itu berlanjut ke panggung internasional, menunjukkan kepercayaan diri yang jauh melampaui usianya.
Gol ke gawang Prancis merupakan gol yang menegaskan sang remaja memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia dan gol itu menambah jumlah gol internasional senior Yamal menjadi empat gol, setelah ia mencetak tiga gol dalam 12 penampilan sebelumnya bersama La Roja.
Bek Prancis pun memuji Yamal. “Kami melihat dia pemain yang tahu bagaimana menangani tekanan dengan sangat baik. Ia memiliki banyak kualitas. Dia mampu bermain dengan kualitasnya di level klub dan juga di turnamen besar, tanpa tekanan,” ujar Rabiot.
"Setelah itu, selalu rumit untuk mengelola semifinal di turnamen seperti itu, tetapi tergantung pada kami untuk memberikan tekanan padanya, tidak membiarkannya merasa nyaman dan menunjukkan kepadanya bahwa untuk bermain di final Euro, dia harus melakukan lebih dari apa yang telah dia lakukan sejauh ini.
Yamal merespons dengan menulis di Instagram: 'Bergeraklah dalam keheningan. Hanya berbicara ketika tiba saatnya untuk mengatakan skakmat,” tegasnya.
Sebelum Yamal, Johan Vonlanthen dari Swiss memegang rekor sebagai pencetak gol termuda Piala Eropa Vonlanthen berusia 18 tahun dan 141 hari saat mencetak gol di Euro 2004, juga saat melawan Prancis. Sementara itu, Wayne Rooney - yang mencetak gol untuk Inggris saat melawan Swiss 237 hari setelah ulang tahunnya yang ke-18 pada tahun 2004 - kini turun ke posisi ketiga dalam daftar tersebut.
Legenda sepakbola Inggris Alan Shearer yang menjadi komentator ikut memberikan pujian terhadap Yamal. 'Luar biasa,' kata Shearer. "Kami telah membicarakannya di turnamen ini dan melihatnya di usia 16 tahun, untuk datang dan tampil di level ini, di bawah pengawasan ini, dan kemudian melakukan hal itu, sungguh luar biasa,” ujarnya.
Editor: Aspian Nur