Dengan Kylian Mbappe yang memimpin skuad berbakat mereka, Perancis sebenarnya satu dari beberapa tim favorit juara di Jerman. Namun mereka mendapat kecaman dari para penggemar dan pengamat karena serangkaian penampilan yang tidak mengesankan dan telah mencapai empat besar tanpa mencetak satu gol pun dalam permainan terbuka.
Meskipun mencapai final di dua Piala Dunia terakhir, menang di Rusia pada 2018 dan hanya kalah dalam adu penalti dari Argentina di Qatar empat tahun kemudian, rekor Euro mereka dibawah asuhan pelatih Didier Deschamps kurang mengesankan. Dalam 12 tahun kepelatihannya, hasil terbaik mereka adalah menjadi runner-up pada tahun 2016 di kandang sendiri.
Si Biru hanya mampu mengalahkan Portugal melalui adu penalti, dengan Mbappe yang digantikan setelah pertandingan lain dimana ia menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengutak-atik topengnya daripada mengatur rekan setimnya.
Penampilan Mbappe setelah mengalami patah hidung di pertandingan pembuka Perancis dan Antoine Griezmann masih menjadi tanda tanya besar menjelang pertandingan melawan Spanyol, yang mengatasi keriuhan penonton di Stuttgart Arena untuk mengalahkan tuan rumah dengan sebuah gol di menit-menit akhir babak perpanjangan waktu.
"Secara pribadi saya tidak peduli" dengan para pengkritik, kata gelandang Prancis Youssouf Fofana. "Kami adalah semifinalis. Pertanyaan tentang level Antoine dan Kylian? Kami harus menyadari itu sudah cukup untuk berada di semifinal. Jadi saya tidak melihat mengapa kami harus khawatir," tegasnya.
Namun, masih harus dilihat apakah itu cukup untuk melewati Spanyol yang sangat agresif, yang sedang dalam performa luar biasa dengan lima kemenangan beruntun sejauh ini di Euro 2024, tetapi akan kehilangan beberapa pemain kunci di Munich.
Gelandang Pedri tidak dapat mengikuti turnamen ini setelah mengalami cedera lutut dalam sebuah bentrokan dengan gelandang Jerman, Toni Kroos, dalam kemenangan dramatis mereka akhir pekan tadi.
Sundulan pemain pengganti Mikel Merino pada menit ke-119 memberi Spanyol kemenangan 2-1 dalam pertandingan yang menegangkan yang berakhir dengan 16 kartu kuning, termasuk kartu kuning untuk bek tengah Robin Le Normand dan kartu merah untuk bek sayap Dani Carvajal, yang berarti keduanya diskors untuk pertandingan hari Selasa.
Bek Real Madrid, Nacho, akan bermain sebagai bek tengah bersama Aymeric Laporte dan bek sayap berusia 38 tahun, Jesus Navas, pemain terakhir dari generasi emas Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2010 dan dua gelar Euro pada tahun 2008 dan 2012.
Navas akan berbagi tempat di sisi kanan dengan pemain sayap berusia 16 tahun, Lamine Yamal, salah satu pemain yang paling sering mengobrak-abrik pertahanan lawan di Euro bersama dengan Nico Williams, 21 tahun.
Secara keseluruhan, tim ini merupakan perpaduan antara pengalaman yang mendalam dan talenta-talenta muda yang telah berkembang di bawah arahan pelatih Luis de la Fuente yang tenang.
"Ini adalah tim nasional milik semua orang. Persatuan adalah kekuatan dan jika semua terus berusaha ke arah yang sama, kami dapat mencapai tujuan. Jika kami terhubung dengan para pendukung kami, maka saya sangat senang bisa berperan dalam membangkitkan antusiasme," ujar pelatih Spanyol Luis de la Fuente kepada para wartawan.
Editor: Aspian Nur