Pertandingan yang sangat buruk kala skill dan performa pemain digantikan oleh kebrutalan yang tidak biasa saat laga berkesudahan tanpa gol hingga waktu normal berakhir.
Kombinasi empat kartu kuning dan satu kartu merah mungkin tidak cukup dalam pertandingan dimana terjadi 41 pelanggaran antara Uruguay dan Brasil.
Tidak ada tim yang bermain cukup baik untuk mendapatkan gol di waktu regular dan untuk ketiga kalinya di perempat final Copa America, pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti.
Namun ada satu tim yang harus menang, dan tim tersebut adalah Uruguay, yang mencapai empat besar untuk pertama kalinya sejak 2011, membuka peluang Uruguay ke final namun harus menghadapi Kolombia di semi final yang akan dimainkan di Charlotte, Carolina Utara Kamis (11/7/2024) tengah pekan nanti dimana Kolombia sudah menunggu usai menghajar Panama 5-0 dua jam sebelum partai Uruguay kontra Brasil digelar.
Momentum di babak pertama sangat berpihak pada Uruguay yang terus menemukan ruang dan menghasilkan beberapa momen berbahaya dalam 30 menit pertama.
Bek Uruguay Ronald Araujo mengalami cedera serius dan harus diganti. Beruntung bagi La Celeste, mereka memiliki pengganti yang siap dalam diri Jose Maria Gimenez.
Ini bukan aksi Jogo Bonito seperti yang biasa diperlihatkan Brasil melainkan lebih seperti sepak bola Twilight Zone, dimana tantangan fisik dan upaya untuk melukai lebih diutamakan daripada memainkan permainan tersebut.
Banyak hype dibuat tentang masuknya Endrick yang berusia 17 tahun ke dalam starting lineup. Pada awal turnamen ini, ia menjadi pemain termuda yang bermain untuk Selecao di Copa America sejak 2011. Namun setelah satu jam berlalu, penyerang yang bergabung dengan Real Madrid itu gagal memberikan pengaruh pada pertandingan tersebut dan itu tak terlepas dari banyaknya pelanggaran yang didapatkannya sepanjang laga.
Berkali-kali, momen-momen menjanjikan dikesampingkan. Serangan Brasil berhasil dipadamkan pada menit ke-67 ketika pertahanan Uruguay mengerumuni Joao Gomez dan tembakan Lucas Paqueta bisa diblok. Pada serangan balik berikutnya, umpan silang dari Nahitan Nandez melambung tinggi dan melewati garis akhir. Momen besar lainnya tidak menghasilkan apa-apa.
Titik terendah dari porsi pertandingan 'Twilight Zone' terjadi ketika Nandez melakukan tekel keras yang tidak perlu terhadap Rodrygo. Tinjauan panjang dari VAR menunjukkan bek sayap tersebut melakukan tekel dengan kaki lurus tepat di pergelangan kaki pemain Real Madrid tersebut yang menyebabkan wasit Dario Herrera mengeluarkan kartu merah setelah melihat VAR.
Pergantian pemain dilakukan jelang laga adu penalti. Penyerang Darwin Nunez digantikan Giorgian De Arrascaeta dan Facundo Pellistri untuk Guillermo Varela, sementara Brasil menggantikan Paqueta untuk Douglas Luiz dan Raphinha untuk Savio.
Pada babak tos-tosan, empat penendang Uruguay berhasil menjalankan tugas dengan baik, yaitu Federico Valverde, Rodrigo Bentacur, Giorgian de Arrascaeta dan Manuel Ugarte yang jadi penentu, sementara satu penendang lainnya yaitu Jose Maria Gimenez sepakannya ditahan kiper Brasil Allison Becker.
Dari kubu Brasil, penendang pertama Eder Militao gagal karena eksekusinya ditahan kiper Uruguay Sergio Rochet.
Saat Adreas Pereira berhasil, penendang ketiga yaitu Douglas Luiz sepakannya mengenai tiang membuat skor 3-1, membuat penendang keempat yaitu Garbriel Martinelli berharap pada penendang terakhir Uruguay gagal namun itu tak terwujud. Skor akhir 4-2 untuk kemenangan Uruguay.
Editor: Aspian Nur