Mereka juga memiliki sejarah yang mendukung karena Belanda hanya pernah kalah sekali atas Inggris dalam pertandingan sepak bola kompetitif pada Euro 1996 di Wembley.
Pelatih Inggris Gareth Southgate akan mengingatnya dengan baik. Dia bahkan mungkin akan menghibur para pemainnya dengan hal tersebut. Koeman mungkin akan lebih memilih untuk mengenang kembali pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1994.
"Ini akan menjadi malam yang luar biasa pada hari Rabu antara dua negara besar dalam sejarah," kata Koeman melansir dari dailymail.com.
“Jika kami bermain di final, pilihan pribadi saya adalah Spanyol karena kami memiliki Prancis di grup tetapi pertama-tama kami harus mempersiapkan diri untuk memainkan semifinal dengan baik,” imbuhnya.
Inggris belum tampil bagus di Jerman, namun mereka tidak perlu gemetar ketakutan menghadapi lawan yang telah bertransformasi dengan masuknya Wout Weghorst. Anak asuh Koeman jauh lebih padu dengan Weghorst yang memimpin lini depan di babak kedua, memberikan titik fokus untuk energi serangan mereka.
Turki memimpin menit ke-35 setelah Belanda gagal menyapu tendangan sudut, meninggalkan Arda Guler dengan sempurna memberikan umpan silang ke tiang belakang untuk ditanduk oleh bek Samet Akaydin. Bek Belanda Stefan de Vrij menyamakan kedudukan juga melalui sundulan menit ke-70, sebelum gol bunuh diri Mert Muldur melengkapi kebangkitan Belanda enam menit berselang.
“Selangkah lebih dekat, sekarang kami harus bekerja melawan Inggris,” kata kapten Virgil van Dijk. “Kami memulai dengan baik kemudian menjadi ceroboh. Untungnya kami tidak melakukannya lagi. Di babak kedua kami harus tetap tenang dan memanfaatkan peluang. Terkadang Anda harus mengambil banyak risiko, tapi sekarang kami berada di semifinal. Ini sangat penting. Saya bangga dengan orang-orang ini,” tegas bek Liverpool itu.
“Bagi seluruh bangsa, ini adalah sesuatu yang istimewa,” kata Ronald Koeman. “Kami sangat bangga. Kami harus menderita namun di Euro secara keseluruhan, ini bukanlah hal yang mudah. Mereka mengerahkan segalanya dan itu adalah pertandingan yang emosional,” ucap mantan pemain timnas Belanda itu.
Ada kartu kuning termasuk satu untuk bos Turki Vincenzo Montella dan satu kartu merah untuk pemain yang duduk dibangku cadangan Bertug Yildirim pada laga ini.
Turki tidak akan pernah meninggalkan negaranya secara diam-diam. Mereka telah membawa semangat dan kebisingan yang tak henti-hentinya ke Euro 2024 dengan dukungan besar dari warga Jerman dan tim Montella memberikan segalanya.
Mereka tidak diperkuat bek tengah Merih Demiral, pahlawan dua gol dalam kemenangan mereka melawan Austria yang dilarang tampil dalam dua pertandingan karena melakukan selebrasi dengan isyarat tangan yang dikaitkan dengan organisasi ekstremis sayap kanan yang memiliki hubungan dengan koalisi penguasa Turki.
Orkun Kokcu dan Ismail Yuksek juga tak bermain karena skorsing. Enam dari mereka yang menjadi starter tahu kartu kuning berarti absen di semifinal jika mereka ingin menang, meski hal itu tidak berpengaruh.
“Turki mengisi turnamen dengan semangat dan energy serta memenangkan hati pecinta sepak bola di seluruh dunia,” kata pelatih Vincenzo Montella usai laga.
"Sejak awal kejuaraan, semangat tim kami dan dukungan para penggemar kami tak tertandingi. Kami sangat bangga. Cara tim kami bermain, menafsirkan, dan beradaptasi dengan permainan sangat bagus. Kami punya mimpi, dan kami sangat dekat dengan itu." itu," imbuhnya.
“Kami perlu melindungi cara kami bermain dan karakter kami sebagai sebuah tim dan membawanya ke Kejuaraan berikutnya,” sebut pria asal Italia itu.
Perjalanan mengesankan Turki di Euro 2024 termasuk tiga kemenangan dan delapan gol. "Kami harus bangga dengan tim kami. Mereka bermain dengan semangat yang hebat, dengan semangat Turki, jadi kami merasakan cinta rakyat Turki dan saya bangga pada mereka. Kami pantas mendapatkannya," kata pemain timnas Italia itu. “Setelah Euro ini, Turki akan dilihat dengan pandangan berbeda di masa depan, mungkin dengan lebih hormat,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur