Dengan kedua tim bermain sama kuat setelah masing-masing melakukan lima kali percobaan dalam adu penalti, Maxime Crepeau, kiper Kanada, berhasil menggagalkan tendangan penalti dari Maxime Crepeau dan Ismael Kone untuk membawa negaranya lolos ke semi final, bersua dengan Argentina.
"Emosi sedang memuncak, saya sangat senang untuk semua orang yang mendukung kami," kata Crepeau kepada Fox Sports.
“Ini adalah kerja keras dan sekarang kami telah mendapatkan hasil dari kerja keras kami. Ini merupakan hal yang luar biasa untuk berada di semifinal Copa America. Saya pikir semua orang harus menyadari negara ini dan para pemainnya layak dihormati," imbuhnya.
Kanada yang bermain di Copa America pertama mereka, akan menghadapi Argentina di New Jersey Selasa pagi untuk memperebutkan kesempatan bermain di final tanggal 14 Juli. Pertandingan semifinal akan menjadi pertandingan ulang dari pertandingan pembuka turnamen, di mana sang juara bertahan Argentina meraih kemenangan 2-0 dari Kanada.
Kanada, yang hanya mencetak satu gol dalam tiga pertandingan penyisihan grup, memulai pertandingan dengan tekanan yang tidak biasa dan tekanan mereka membuahkan hasil di menit ke-13 saat Jacob Shaffelburg menyundul bola dari umpan silang Jonathan David.
Setelah mencetak gol, Shaffelburg mengangkat jersey rekan setimnya, Tajon Buchanan, yang mengalami patah kaki saat latihan pekan ini.
Tim asuhan Jesse Marsch menyia-nyiakan beberapa kesempatan untuk memperbesar keunggulan mereka di babak pertama, dengan Shaffelburg menguji penjaga gawang Rafael Romo dari tepi kotak penalti, sementara David melepaskan tendangan yang melebar dari tiang gawang setelah berhadapan satu lawan satu.
Venezuela menekan untuk mencetak gol dan memiliki lebih banyak penguasaan bola, tetapi sebagian besar terbatas pada umpan silang spekulatif dan tembakan dari jarak jauh, dengan pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Salomon Rondon, dua kali melakukan penyelamatan dari Crepeau.
Venezuela akhirnya mencetak gol penyeimbang pada menit ke-64 melalui Rondon, yang melihat Crepeau, keluar dari garis pertahanan dan melepaskan tendangan lob yang melewati kiper yang berusaha menghalaunya dan masuk ke dalam gawang yang kosong. Ini merupakan gol ke-44 bagi mantan penyerang Everton dan Newcastle United ini untuk Venezuela.
Tersingkirnya Venezuela terjadi setelah mereka tampil sempurna di babak penyisihan grup, di mana mereka memenangkan ketiga pertandingan. Penampilan mereka di Copa America menjadi pertanda baik bagi tujuan utama pelatih Fernando Batista, yaitu lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. "Ini adalah sebuah proses yang panjang," ujar Batista. "Kami memiliki mimpi besar yang ingin kami raih, semua orang Venezuela ingin lolos ke Piala Dunia. Dan Copa America memberi kami kesempatan untuk memperkuat skuat kami," paparnya.
Editor: Aspian Nur