Snickometer adalah teknologi atau alat yang digunakan dalam olahraga kriket yang bisa mendeteksi frekuensi suara dan membantu untuk menentukan apakah dua objek telah bersentuhan satu sama lain.
Snickometer pertama kali diperkenalkan pada kriket pada tahun 1990-an dimana penonton dapat menganalisis suara dan video tayangan ulang untuk menentukan apakah bola telah mengenai pemukul.
Pada pertandingan itu, striker Belgia Romelu Lukaku merasa dirinya sudah mencetak gol dari umpan rekannya Lois Openda, namun teknologi yang mendeteksi frekuensi suara digunakan. Wasit Umut Meler berkonsultasi dengan wasit VAR dan memutuskan lengan Openda berada dalam posisi yang tidak wajar sebelum mengirim umpan silang kepada Lukaku.
Slovakia memimpin 1-0 melalui gol awal dari Ivan Schranz menit 7 dan dua gol Lukaku dianulir wasit, membuat mereka harus berada di posisi ketiga klasemen tanpa poin dengan Rumania memimpin Grup E usai menang telak 3-0 atas Ukraina dua jam sebelum laga ini berlangsung dan Slovakia posisi kedua.
Ini merupakan kejutan yang dibuat Slovakia. Gol yang dicetak Ivan Schranz hasil kesalahan lini belakang Belgia yang dijaga pemain Manchester City Jeremy Doku.
Belgia, yang tersingkir dari Piala Dunia 2022 di babak penyisihan grup, harus memberikan respon saat mereka menghadapi Rumania pada laga Grup E akhir pekan nanti, sementara Slovakia akan menghadapi Ukraina
"Kami memberikannya dengan sepenuh hati. Kami tidak memenangkannya dengan menjadi lebih baik, tetapi dengan menjadi lebih bahagia," kata bek Slovakia, David Hancko.
Namun bagi pelatih Belgia, Tedesco, itu adalah perasaan kekalahan yang tidak biasa saat ia menghadapi pertanyaan tentang bagaimana timnya tidak mengkonversi satu pun dari 16 peluang yang mereka miliki.
"Kami tahu sebelumnya bahwa suatu hari kami harus kalah dalam pertandingan dan sayangnya itu terjadi hari ini. Tentu saja kami menciptakan banyak peluang besar," ujar Tedesco.
"Kami tahu mereka akan datang dan menekan. Kami mengatasinya dengan baik, kami memenangkan bola-bola bagus dan satu-satunya hal yang tidak sempurna adalah peluang-peluang yang gagal. Kami memiliki banyak peluang dan peluang-peluang besar," imbuhnya.
Dengan jarak 45 poin antara Belgia dan Slovakia di peringkat FIFA, secara statistik ini merupakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Kejuaraan Eropa.
Pada laga sebelumnya, Rumania mencatat kemenangan pertama dalam 24 tahun terakhir dengan kemenangan menakjubkan atas Ukraina di Grup E.
Kapten Nicolae Stanciu membawa Rumania memimpin secara mengejutkan di menit ke-29, mencetak gol ke pojok atas gawang dengan tendangan brilian dari jarak 20 meter. Razvan Marin kemudian menggandakan keunggulan the Tricolours di menit ke-53 melalui tendangan jarak jauh yang melewati kiper Ukraina, Andriy Lunin.
Rumania melengkapi kemenangan mereka empat menit kemudian, ketika Denis Dragus menyambar umpan silang dari Dennis Man dari jarak dekat.
Satu-satunya kemenangan Rumania sebelumnya di Euro terjadi di tahun 2000, dimana sebuah gol dari Ionel Ganea di menit akhir membawa mereka mengalahkan Inggris 3-2 di fase grup.
Sementara pemain Ukraina tampil di turnamen besar pertama mereka sejak Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan invasi besar-besaran ke negara tersebut pada Februari 2022.
Pekan lalu, penyerang mereka, Mykhailo Mudryk, mengatakan keluarganya menghadapi rudal-rudal Rusia "siang dan malam" di kota asalnya, Krasnograd. “Saya akan bermain di Euro saat kota saya dibombardir oleh rudal,” ujar Mudryk
Editor: Aspian Nur