Leverkusen tak pernah kalah dalam 51 pertandingan yang semua berawal sejak 15 April 2023 lalu.
Ujian ketangguhan anak asuh Xabi Alonso berlanjut Kamis (23/5/2024) dini nanti saat mereka berhadapan dengan wakil Italia, Atalanta, dalam final Europa League.
Sudah pasti tim yang pernah menjadi runner up Liga Champions pada 2001/2002 itu berambisi melanjutkan tren kemenangan dan sangat diunggulkan pada final yang akan berlangsung di Aviva Stadium, Dublin, Irlandia.
Xabi Alonso percaya mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata, ketika para pemainnya berusaha meraih titel kedua dari kemungkinan treble di musim ini.
“Dalam lima tahun terakhir, Atalanta selalu membangun ide-ide mereka. Mereka tahu apa yang mereka inginkan dan sukses di Italia dan Eropa,” ujar Alonso, yang timnya juga akan tampil di final Piala Jerman melawan Kaiserslautern akhir pekan nanti.
“Namun kami telah menjalani banyak pertandingan di Jerman melawan tim-tim yang bermain dengan cara yang sama. Taktik, kecerdasan dan mentalitas akan dibutuhkan besok. Kami perlu memanfaatkan ruang dengan cerdas. Dan kami juga harus memutuskan tempo permainan di area mana,” sebutnya.
Leverkusen mematahkan monopoli gelar juara Bayern Munchen selama 11 tahun di Jerman musim ini dan rekor tak terkalahkan mereka membuat mereka dijuluki Neverlusen.
Namun Alonso menegaskan rekor tersebut tidak mengubah pandangan mereka terhadap partai final. “Ketika Anda pergi ke final, Anda tidak pergi kesana untuk mencari angka, Anda pergi untuk memenangkannya. Kami akan mencoba dan melakukan upaya terakhir,” tegas pelatih berusia 42 tahun itu.
“Kami akan mempersiapkan diri seperti yang kami lakukan untuk semua pertandingan sebelumnya. Kami tidak pernah kalah dalam 51 pertandingan, jadi para pemain saya tahu bagaimana beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Hal itu juga berlaku untuk partai final. Sejak awal musim, kami percaya dengan gaya sepak bola kami dan hal tersebut merupakan inti dari kesuksesan ini,” ucapnya.
Alonso juga memuji lawannya dari Italia, yang satu-satunya peluang untuk meraih trofi musim ini adalah di Liga Europa setelah kekalahan mereka dari Juventus di final Coppa Italia pekan lalu. Saat ini mereka berada di posisi kelima di Serie A, yang telah dimenangkan oleh Inter Milan.
“Mereka memiliki pelatih hebat (Gian Piero Gasperini) dan pemain-pemain hebat seperti Gianluca Scamacca dan Charles De Ketelaere. Sebuah kehormatan bagi saya untuk dapat bermain melawan tim hebat seperti itu besok,” tutupnya.
Sementara Gian Piero Gasperini yakin timnya siap secara mental dan fisik menghadapi tim tangguh seperti Bayer Leverkusen. “Kami yakin kami sudah menyiapkan semua yang harus kami persiapkan, jadi kami hanya bersemangat untuk bermain. Kami berada dalam kondisi terbaik secara psikologis dan fisik," ujar Gasperini
"Kami sadar kami menghadapi tim hebat. Kami tahu Leverkusen tidak terkalahkan dan kami tahu mereka menjalani musim yang luar biasa. Hasil yang mereka raih musim ini bukanlah sebuah kebetulan. Tentu saja, detail kecil bisa menjadi pembeda di sebuah final," ungkapnya.
Gasperini mengatakan seluruh pemainnya sudah siap untuk laga tersebut, kecuali gelandang Marten de Roon yang absen karena cedera hamstring. “Secara pribadi, saya sangat kecewa kami tidak memiliki De Roon di sana, karena nilai dia bagi kami di lapangan. Dia pantas mendapatkan final. Dia telah memberikan banyak hal kepada Atalanta, saya menyesal kehilangan dia untuk pertandingan terpenting kami," pungkasnya.
Dalam dua pertemuan di kompetisi Eropa ajang yang sama tahun 2022 lalu, Leverkusen selalu kalah dari Atalanta, yaitu pada 10 Maret kalah dikandang 0-1 dan 18 Maret kembali tumbang di markas Atalanta 3-2.
Perkiraan Susunan Pemain:
Bayer Leverkusen (3-4-3): Kovar; Stanisic, Tah, Tapsoba; Frimpong, Andrich, Xhaka, Hincapie; Wirtz, Adli, Grimaldo.
Pelatih: Xabi Alonso.
Atalanta (3-4-1-2): Carnesecchi; Djimsiti, Hien, Scalvini; Zappacosta, Pasalic, Ederson, Ruggeri; Koopmeiners, De Ketelaere; Scamacca.
Pelatih: Gian Piero Gasperini.
Editor: Aspian Nur