Dua gol dari Phil Foden dan gol ketiga dari Rodri membawa City meraih kemenangan meyakinkan, memberikan sebuah kemenangan yang sempurna di hari yang bersejarah bagi klub dan sepak bola Inggris.
Meskipun tim asuhan Mikel Arteta berhasil mengalahkan Everton 2-1 di Emirates Stadium pada laga lainnya, itu tidak cukup untuk menghentikan The Citizens yang memenangkan liga dengan selisih dua poin.
City dan Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson adalah satu-satunya tim dalam sejarah Liga Primer yang memenangkan tiga gelar juara secara beruntun, dengan Setan Merah melakukannya di musim 1998-99 dan 2000-01 dan sekali lagi di musim 2006-07 dan 2008-09.
Sebelum dimulainya Premier League, hanya Huddersfield Town, Arsenal dan Liverpool yang pernah memenangkan tiga gelar secara beruntun.
City menyamai rekor tiga gelar musim lalu sebagai bagian dari kampanye peraihan Treble mereka, dan kini telah melaju dengan mahkota keempat mereka.
Satu diantara pemain yang berperan penting dalam musim City adalah Erling Haaland, yang mencetak 27 gol untuk memenangkan Sepatu Emas Premier League untuk tahun kedua berturut-turut, setelah sebelumnya mencetak 36 gol dalam musim yang memecahkan rekor tahun lalu.
Bintang musim ini adalah penggemar City sejak kecil, Phil Foden, yang memenangkan Pemain Terbaik Asosiasi Penulis Sepak Bola dan Pemain Terbaik Liga Primer untuk 19 gol dan delapan assist dalam seragam City.
Manchester City hanya kalah dalam tiga pertandingan di sepanjang musim, dibandingkan dengan lima pertandingan Arsenal.
The Gunners akan melihat kekalahan mereka dari mantan pelatih sendiri yaitu Unai Emery di Emirates, yang diwarnai dua gol di menit-menit akhir dari Leon Bailey dan Ollie Watkins di bulan April, sebagai momen penting yang membuat cengkeraman mereka terhadap gelar juara mengendur.
Sementara hasil imbang 0-0 dengan City pada bulan Maret di Etihad dianggap sebagai hasil yang positif, sebuah kemenangan pada hari itu sejatinya akan memberikan mereka gelar juara hari ini.
Arsenal pada paruh pertama musim ini kalah atas Newcastle, Aston Villa, West Ham dan Fulham - dengan kekalahan beruntun atas dua tim terakhir membuat mereka meraih tiga kemenangan beruntun tanpa kemenangan setelah sebelumnya mereka juga bermain imbang atas Liverpool.
City telah memastikan satu tangan mereka di atas trofi dengan kemenangan 2-0 di Tottenham dimana mereka telah kalah dalam enam pertandingan Liga Primer - lebih banyak daripada lawan-lawan lainnya.
Arsenal pastinya menyesali kegagalan dari Son Heung-min yang seharusnya bisa mencetak gol , yang melihat kesempatan satu lawan satunya digagalkan oleh kiper Stefan Ortega yang seharusnya dapat membuat pertandingan berakhir imbang, yang mungkin merupakan momen penentu gelar juara Meriam London.
City selalu mengakhiri musim dengan kuat, seperti yang diketahui oleh Liverpool dalam dua kesempatan sebelumnya yang kehilangan gelar juara dengan selisih satu poin, tidak pernah kalah sejak kekalahan 1-0 dari Aston Villa pada 6 Desember.
City akan berusaha untuk melengkapi gelar ganda domestik pada tanggal 25 Mei, di mana mereka akan menghadapi Manchester United di Wembley di final Piala FA untuk kedua kalinya secara beruntun. Guardiola keluar sebagai pemenang tahun lalu dengan kemenangan 2-1 atas Erik ten Hag untuk mengambil satu langkah lebih dekat dengan treble mereka.
Editor: Aspian Nur