Sebelumnya Van Dijk sudah mencetak gol lewat sundulan menit ke-1 namun dianulis oleh VAR setelah terlihat pemain asal Belanda itu dalam posisi offside.
Gelar juara ke-10 Liverpool di kompetisi tahun ini diraih tanpa sejumlah nama bintang yang cedera. Selain trio penyerang Mohamed Salah, Darwin Nunez dan Diogo Jota, mereka juga kehilangan Ryan Gravenberch saat ia harus ditandu keluar lapangan setelah mendapat tekel keras dari Moises Caicedo di babak pertama.
Pelatih Jurgen Klopp menurunkan enam pemain berusia 21 tahun ke bawah termasuk tiga pemain remaja karena krisis cedera itu. Gelar juara juga sangat berarti untuk Jurgen Klopp jelang perpisahan sang pelatih, namun hal tersebut merupakan pukulan pahit bagi Chelsea dan sang pelatih, Mauricio Pochettino. Mereka kini telah kalah di enam final Wembley secara beruntun, termasuk tiga kali atas Liverpool, dan menyia-nyiakan banyak kesempatan.
Liverpool kini memiliki kans meraih quadruple yaitu Premier League, FA Cup dan Liga Europa. Usai laga, sebuah video lain yang diunggah di akun X (sebelumnya Twitter) memperlihatkan Van Dijk menanggapi pernyataan yang kerap diulang-ulang ia bukan lagi pemain seperti dulu.
“Saya pikir saya sudah tamat. Itu bukan mentalitas yang tepat, Anda tahu?,” ujarnya.
Sementara Jurgen Klopp menggambarkan kemenangan ini yang paling spesial dalam karirnya. “Selama lebih dari 20 tahun, ini merupakan trofi paling spesial yang pernah saya menangkan, perasaan yang luar biasa. Saya bangga dengan para pemain atas cara mereka mendorong kami. Saya bangga dengan para staf, saya bangga dengan akademi kami,” papar Klopp.
Bos The Reds itu sangat mengandalkan anak-anaknya dengan Conor Bradley, Harvey Elliott, Bobby Clark, Jarell Quansah, James McConnell dan Jayden Danns - yang semuanya berusia 21 tahun ke bawah - berperan dalam kemenangan Liverpool atas Chelsea. “Usia sama sekali tidak ada dalam proses pemikiran kami,” tegas Klopp ketika ditanya tentang keputusan untuk memainkan para bintang mudanya.
Kemenangan tersebut merupakan trofi utama ketujuh bagi Klopp di Liverpool dan dengan klub yang berada di puncak klasemen Premier League dan masih berada di Piala FA dan Liga Europa, musim terakhir pelatih asal Jerman ini menangani Anfield bisa menjadi yang paling istimewa. “Saya tidak peduli dengan warisan saya. Saya di sini bukan untuk menciptakannya. Sebagai seorang manajer, saya hanya harus melakukan pekerjaan. Saya tidak bisa melakukan hal yang sama dengan klub lain,” ucap Klopp.
Sementara Mauricio Pochettino mengaku bangga dengan para pemain mudanya, yang telah berjuang keras. "Mereka sangat kompetitif ... Mereka perlu merasakan rasa sakit. Tidak ada yang bisa Anda katakan kepada saya yang bisa membuat saya merasa lebih baik. Tidak ada," ujar Pochettino.
Pelatih asal Argentina itu mengatakan ia membuat beberapa perubahan di perpanjangan waktu seperti mengganti pemain andalannya Conor Gallagher dan Ben Chilwell karena kelelahan. "Namun memang benar, kami tidak menjaga energi seperti bagaimana kami menyelesaikan babak kedua," tambah Pochettino.
Chelsea telah menderita karena kurangnya ketajaman di depan gawang di sepanjang musim. "Kami perlu meningkatkan dan bersaing di level ini melawan tim yang bersaing untuk hal-hal besar dalam delapan tahun terakhir," sebut Pochettino lagi.
Para pemain Chelsea meninggalkan lapangan Wembley dengan cepat setelah menerima medali runner-up.
Ini merupakan final domestik ketiga secara beruntun dimana tim asal London ini kalah dari Liverpool. Chelsea kalah dalam adu penalti dari rival utara mereka di Liga dan Piala FA pada tahun 2022.
Mereka juga merupakan tim pertama yang kalah dalam enam final domestik berturut-turut dalam sejarah sepak bola Inggris.
Kekalahan tersebut akan meningkatkan tekanan pada Pochettino, yang telah gagal memberikan hasil yang konsisten sejak tiba musim ini, meskipun telah melakukan belanja besar-besaran oleh pemilik Chelsea asal Amerika Serikat.
Seperti Liverpool, mereka tetap berada di Piala FA dan harus berkumpul kembali untuk menghadapi Leeds United di putaran kelima tengah pekan nanti.
Editor: Aspian Nur