Dengan tambahan satu gol itu, kini Lautaro menduduki posisi kedelapan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inter Milan. Lautaro saat ini sudah mengoleksi 125 gol.
Gol tersebut juga membuat Lautaro melampaui catatan Mauro Icardi yang sebelumnya menempati posisi pemain Argentina paling tajam sepanjang sejarah Inter Milan. Sebelumnya, Icardi dan Lautaro sama-sama mengoleksi 124 gol.
Tidak berhenti sampai di situ, Lautaro juga jadi pemain ketiga Inter Milan yang mencetak setidaknya 20 gol dalam tiga musim beruntun di Serie A. Dua pemain sebelumnya adalah Giuseppe Meazza (5 musim dari 1929 hingga 1934) dan Stefano Nyers (4 musim dari 1948 hingga 1952).
Lautaro Martinez memang tampil trengginas pada musim ini. Ia menduduki puncak Capocannoniere dengan 20 gol. Bagi Lautaro, pertandingan melawan Salernitana adalah contoh bagaimana Inter seharusnya menghadapi lawan. Lautaro juga sadar jika kemenangan tim lebih penting daripada catatan pribadi. "Kami melakukan pendekatan pada setiap pertandingan dengan cara yang sama. Terkadang, berhasil sejak awal dan terkadang menjadi lebih sulit," tegas Lautaro kepada Sky Sport Italia.
"Namun, kami selalu berusaha menekan dengan tinggi, merebut bola dengan cepat, dan mencetak banyak gol," timpalnya seperti dilansir dari bolaskor.com. "Tentu saja, saya pernah merasakan mengangkat trofi Supercoppa di Riyadh dan itu adalah momen yang selalu saya ingat. Sekarang, kami punya tujuan penting di depan."
"Kami harus tetap rendah hati dan bekerja setiap hari. Kami perlu bermain seperti yang ditampilkan pada malam ini," ungkap Lautaro Martinez.
Inter Milan saat ini sedang bekerja untuk memperpanjang kontrak Lautaro Martinez. Kedua kubu diyakini punya tujuan yang sama, meskipun ada beberapa detail yang perlu dibahas.
Editor: Maruly Z