Los Blancos mendominasi laga atas Blaugrana yang berstatus juara bertahan tahun lalu dan harus bermain dengan 10 orang setelah bek Ronald Araujo diusir keluar lapangan untuk kartu kuning kedua pada menit ke-71 setelah melakukan dua pelanggaran terhadap pemain Vinicius.
Pemain timnas Brasil itu mencetak gol menit 7, 10 dan penalty menit 39 sementara satu gol lagi dicetak Rodrygo menit 64. Robert Lewandowski mencetak gol untuk Barcelona menit 71.
"Saya tidak menyangka kami bisa mencetak tiga gol secepat itu, tetapi kami memanfaatkan garis pertahanan mereka yang tinggi dengan Vinicius yang terinspirasi malam ini," ujar pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti kepada Movistar Plus.
"Ini laga yang sulit, hasilnya tampaknya terlalu berlebihan untuk cara Barcelona bermain. Pada skor 3-1, laga berjalan seimbang. Pada 4-1 mereka sedikit menurunkan tangan mereka. Kami senang," imbuhnya.
Ancelotti tetap menghormati Barca yang bisa saja mengalami kekalahan yang lebih besar setelah babak kedua karena sang lawan tidak mencatatkan satu pun tendangan tepat sasaran.
Akan tetapi, permainan kelas atas Real telah dimulai jauh lebih awal, dengan Jude Bellingham, Rodrygo dan Vinicius menciptakan berbagai masalah bagi lini pertahanan Barcelona yang bermain dengan garis pertahanan yang sangat tinggi.
Kekalahan ini akan menambah tekanan pada pelatih Barca, Xavi yang telah menghadapi kritikan dari para penggemar dan media yang tidak senang dengan penampilan tim dari Catalan.
Mereka saat ini berada di peringkat empat klasemen LaLiga dengan 41 poin, tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Girona dan terpaut tujuh poin dari tim peringkat dua Real Madrid. "Kami tidak memperlihatkan level yang dibutuhkan untuk pertandingan seperti ini," ujar Xavi dalam konferensi pers.
"Kami memainkan permainan terburuk kami. Kami tidak merasa nyaman di setiap saat. Madrid menyakiti kami melalui serangan balik. Saya meminta maaf kepada para fans karena sulit bagi kami untuk bertanding dan kami menunjukkan sisi terburuk kami pada laga ini,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur