Trofi dari ajang ini akan melengkapi gelar City yang kelima setelah sebelumnya juara Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA dan Piala Super UEFA.
Final ini menawarkan kontras yang jelas antara satu tim yang hampir murni berasal dari Brasil dan tim lainnya yang merupakan perpaduan multinasional yang merupakan ciri khas klub Inggris yang modern dan kaya.
Manajer Manchester City Pep Guardiola mengharapkan tantangan yang sama sekali baru bagi timnya yang dominan untuk membawa pulang gelar kelima pada tahun 2023 ini. "Cara mereka bermain, belum pernah kami hadapi, tidak pernah," kata Guardiola tentang juara Amerika Selatan, Fluminense.
Gaya Fluminense yang dirancang oleh pelatih Fernando Diniz adalah memadati area kecil di lapangan dengan beberapa pemain yang saling terhubung dalam serangkaian operan.
Tim Brasil yang terlalu banyak menguasai satu sisi lapangan sangat kontras dengan pergerakan yang terkalibrasi dengan baik dari tim Guardiola. "Kami harus menerapkan ritme dan permainan posisional kami sebaik mungkin. Mereka akan menuntut banyak usaha, dan (kami harus) mencoba untuk waspada dan tepat dengan bola," ucapnya.
Sementara Fluminense memiliki sembilan pemain asal Brasil dalam susunan pemain inti saat menang 2-0 atas Al Ahly dari Mesir di semifinal. City sendiri memiliki tujuh pemain berkebangsaan berbeda dan hanya empat pemain Inggris, yang menjadi starter dalam kemenangan 3-0 atas Urawa Red Diamonds dari Jepang pada semifinal lainnya
Gaya permainan Fluminense yang khas Brasil sangat disukai oleh Guardiola. "Mereka memainkan gaya khas Brasil dari tahun 70-an, 80-an, awal 90-an - hingga 1994, ketika mereka memenangkan Piala Dunia di Amerika Serikat," katanya. "Saya menyukainya. Saya suka pembangunannya. Saya suka bagaimana mereka bergaul satu sama lain, rasa hormat (yang mereka miliki) sepanjang waktu untuk bola.
Man City akan bertanding tanpa pemain bintang Erling Haaland dan Kevin De Bruyne yang cedera, serta pemain sayap Jeremy Doku, meskipun De Bruyne dan Doku telah berlatih dengan skuad dalam cuaca Arab Saudi yang hangat sebagai bagian dari pengembalian kebugaran mereka.
Sementara Fernando Diniz sebagai arsitek Fluminese memberikan peringatan kepada City dan menegaskan timnya tetap mempertahankan gaya ofensif mereka dan mematok target juara.
Fluminese berambisi jadi tim asal Amerika Selatan pertama yang memenangkan gelar dalam lebih dari satu decade. "Ketika Anda pergi ke sana untuk bermain sepak bola, hal pertama yang harus Anda miliki adalah kepercayaan diri bahwa Anda bisa menang," ujar Diniz. "Saya selalu datang dengan niat untuk memenangkan pertandingan. Fluminense akan melakukan segala cara untuk menang. Kami akan menghadapi tim terbaik di dunia, tetapi hal itu tidak akan menghentikan kami untuk bermimpi dan melakukan yang terbaik. Apa yang akan kami lakukan besok adalah menjadi yang terbaik yang kami bisa,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur