Dilansir dari bbc.com Rabu (6/12/2023) pagi ini, UEFA mengatakan bola tersebut akan menawarkan "wawasan yang belum pernah ada sebelumnya tentang setiap elemen pergerakan bola, yang berkontribusi pada proses pengambilan keputusan video assistant referee atau VAR.
Teknologi ini mengetahui kapan sebuah sentuhan telah terjadi, tetapi tidak pada bagian tubuh mana. Para ofisial pertandingan kemudian akan menggunakan gambar dari kamera, seperti yang mereka lakukan sekarang, untuk memutuskan apakah sebuah handball telah terjadi.
UEFA yakin teknologi ini dapat mempercepat proses pengambilan keputusan tersebut, serta memberikan keputusan offside yang lebih akurat. "Menggabungkan data posisi pemain dengan kecerdasan buatan (AI), inovasi ini berkontribusi pada teknologi offside semi-otomatis Uefa dan akan menjadi kunci untuk mendukung keputusan yang lebih cepat dalam pertandingan," ujar mereka.
"Teknologi ini juga dapat membantu ofisial VAR untuk mengidentifikasi setiap sentuhan bola secara individu, sehingga mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan insiden handball dan penalty," jelas mereka lagi.
Ada kritik terhadap VAR di seluruh Eropa, terutama di Liga Premier dengan banyak manajer berbicara tentang bagaimana teknologi ini digunakan. Liga Premier memilih untuk tidak menggunakan offside semi otomatis musim ini, dengan sponsornya, Nike, belum menghasilkan bola yang disukai klub-klub papan atas.
Editor: Aspian Nur