Hooper awalnya mengindikasikan City memiliki keunggulan dan membiarkan permainan berlanjut, namun menghentikan pertandingan setelah umpan tersebut dimainkan.
City memiliki waktu hingga Kamis (7/12/2023) nanti untuk menanggapi tuduhan tersebut. Sebuah pernyataan FA mengatakan sang juara bertahan gagal memastikan para pemain mereka tidak berperilaku dengan cara yang tidak pantas.
Dengan dakwaan ketiga mereka dalam waktu kurang dari satu tahun ini berarti akan ada denda yang cukup besar harus ditanggung manajemen The Citizens.
City sebelumnya dijatuhi hukuman denda £75,000, setara dengan Rp1,5 Miliar, pada bulan Februari setelah dua insiden terpisah saat menang atas Arsenal. The Gunners sendiri didenda £65,000, setara dengan Rp1,2 Miliar dengan £20,000, setara dengan Rp400 Juta, lainnya ditangguhkan.
Anthony Taylor, yang menjadi wasit untuk pertandingan Arsenal dan ofisial keempat di lag aitu menjadi sasaran sindiran dari Pep Guardiola. Taylor diberi label sebagai 'sang komandan yang mengetahui segalanya,' oleh sang pelatih City. Guardiola tetap memberikan nasihatnya segera setelah hasil imbang Spurs, menjabat tangan Hooper di atas lapangan dan memilih untuk tidak melakukan protes kepada para ofisial.
Striker Erling Haaland satu dari beberapa pemain City yang melakukan protes kepada ofisial dan dia melanjutkan protesnya setelah pertandingan dengan mengunggah ulang klip insiden tersebut di X, sebelumnya Twitter, dengan komentar "Wtf", yang merupakan bahasa gaul yang menyinggung.
Namun, FA tidak akan menjatuhkan tuntutan lebih lanjut terkait pertandingan tersebut, sehingga Haaland tidak akan menghadapi hukuman individu.
Ini adalah pertandingan Liga Primer ketiga secara beruntun yang dimainkan City dengan hasil imbang, setelah sebelumnya juga ditahan oleh Liverpool dan Chelsea dan mereka berada di peringkat ketiga di Liga Primer dengan selisih tiga poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Editor: Aspian Nur