Haaland merupakan satu dari beberapa pemain City yang melakukan protes kepada sang pengadil dan ia melanjutkan protesnya setelah pertandingan dengan mengunggah ulang sebuah klip dari insiden tersebut di X, yang sebelumnya adalah Twitter, dengan komentar "Wtf", yang merupakan bahasa gaul yang menyinggung.
Insiden yang membuat City marah terjadi ketika Haaland dilanggar pada menit kelima waktu tambahan, berhasil mendapatkan kembali pijakannya untuk berputar dan mengirimkan bola kepada Jack Grealish.
Hooper awalnya mengabaikan pelanggaran tersebut dan melanjutkan permainan, namun kemudian meniup peluitnya untuk menarik kembali permainan dan memberikan tendangan bebas untuk City. Keputusan tersebut mengundang protes dari para pemain City dan kritik dari para pundit. "Saya pikir itu benar-benar mengejutkan. Sungguh," kata Jermaine Jenas dalam acara Match of the Day 2 di BBC.
"Saya tidak yakin apa yang dipikirkan Simon Hooper. Itu jelas sebuah kesalahan namun menurut saya itu adalah sebuah kesalahan yang sangat besar," ujar Jenas.
Rekannya sesama mantan gelandang Inggris, Leon Osman, mengatakan hal yang sama. "Itu adalah kesalahan besar - tidak ada jalan lain untuk menghindari hal tersebut dengan teknologi yang kami miliki, tetapi saya memiliki sedikit simpati. Dia langsung mengangkat kedua tangannya. Namun kesalahan yang satu ini adalah kesalahan yang ingin dibicarakan oleh orang-orang,” ucap Osman.
Setelah bereaksi dengan marah pada saat keputusan tersebut, para pemain dan staf City kembali mengepung wasit di waktu normal untuk memperdebatkan kasus mereka, dengan Haaland yang sangat bersemangat.
"Itu mengejutkan saya karena fakta bahwa dia meniup peluit saat Erling terjatuh, tetapi setelah dia berdiri kembali dan memberikan umpan, wasit memberikan isyarat untuk melanjutkan permainan. Namun ketika bola diberikan kepada Jack, barulah [ia] meniup peluit," sebut Manajer City Pep Guardiola.
Manajer Tottenham Ange Postecoglou tidak terganggu, dengan mengatakan itu sama sekali tidak mempengaruhi dirinya. "Saya tidak berpikir bahwa itu adalah cerita dari pertandingan hari ini, ada banyak cerita yang lebih baik dari permainan sepak bola yang fantastis itu daripada satu keputusan wasit," ucap pria Australia itu.
Pada laga tersebut Tottenham unggul lebih dulu lewat Son Heung-min menit 6, namun pemain asal Korea Selatan itu juga yang “menyamakan” skor setelah melakukan gol bunuh diri menit 9. Phil Foden membuat The Citizens unggul 2-1 menit 31, namun disamakan Govani Lo Celso menit 69. Saat Jack Grealish mencetak gol ketiga City menit 81 dan diperkirakan tuan rumah meraih tiga angka, Dejan Kulusevski menyamakan skor lagi jadi 3-3 menit 90 via sundulan.
City tertahan di posisi ketiga dengan 30 angka dibawah Liverpool posisi ekdua dengan 31 poin dan Arsenal dipucnaj klasemen dengan 33 poin. Sementara Tottenham ada di urutan ke-5 dengan 27 angka.
Editor: Aspian Nur