Namun khusus untuk Inggris, turnamen ini memberikan gambaran mengenai masa depan sepakbola di Negeri Ratu Elizabeth terlepas dari hasil yang mereka dapatkan nantinya.
Ndala, pemain sayap kiri dengan spesialis kaki kanan berusia 17 tahun yang berasal dari daerah yang sama dengan Foden, tampil seperti pemain yang terobsesi untuk mempermalukan bek sayap lawan. Pemain asal Brasil, Pedro Lima, hanya dapat meninggalkan Jakarta International Stadium dengan bertanya-tanya apa yang telah ia lakukan sehingga ia pantas mendapatkan “siksaan” seperti itu setelah 90 menit bermain seperti di neraka hanya karena menghadapi Ndala.
Namun Pedro Lima bukanlah bek sayap pertama yang harus bekerja keras menahan Ndala yang lahir di Manchester dan pastinya juga bukan yang terakhir. Pemain muda City ini tampil memukau di sisi kiri saat ia memenangkan sebuah tendangan penalti dan mencetak gol dalam kekalahan tipis ini, yang membuat Inggris memuncaki Grup C dengan unggul selisih gol dari sang juara bertahan dari Amerika Selatan itu.
Namun Inggris tak hanya menyimpan potensi dalam diri Ndala, tapi juga penyerang Matty Warhurst serta penjaga gawang Tommy Setford, pemain berusia 17 tahun dari Ajax.
Phil Foden sendiri jadi pemain terbaik FIFA World Cup U-17 tahun 2017 ketika Inggris keluar sebagai juara dan bukan tak mungkin Ndala bisa jadi penerus kalau Inggris bisa melaju pada ajang yang dimainkan di Indonesia ini.
Editor: Aspian Nur