Pada babak pertama, Liverpool mencetak dua gol dari Mohamed Salah dan Philippe Coutinho sementara satu gol balasan Si Rubah dicetak oleh Shinji Okazaki. Dibabak kedua, kapten Liverpool Jordan Henderson mencetak gol ketiga dan diperkecil striker Leicester Jamie Vardy. The Foxes melewatkan peluang emas menyamakan kedudukan via titik putih pada menit ke-73. Tapi, penalti Vardy ditepis kiper Liverpookl, Simon Mignolet.
Liverpool pun memutus laju negatif pada dua laga terakhir di Liga Inggris. Sebelumnya, Si Merah dihajar Manchester City 0-5, dan ditahan Burnley 1-1. Dengan tambahan tiga poin ini, Liverpool ada di posisi kelima klasemen dengan raihan 11 angka. Sedangkan Leicester ada di posisi ke-16 dengan koleksi empat poin.
Khusus untuk Coutinho, laga ini seolah jadi pembuktian diri pemain asal Brasil itu. Coutinho tampil selama 79 menit. Dia dicatat oleh Whoscored mampu melakukan lima tembakan ke gawang, dua mencapai sasaran, tiga diblok. Coutinho tetap bertahan di Liverpool kendati awalnya minta dijual ke Barcelona.
Manajer Liverpool, Juergen Klopp, merasa amat senang dengan keberadaan pemain 25 tahun itu di skuat Si Merah. “Tak ada seorang pun yang mempunyai keraguan mengenai hal ini. Jelas bahwa dia merupakan pemain dengan kualitas tertinggi. Kami senang bisa memilikinya,” kata Klopp seperti dilansir oleh BBC.
Lebih jauh Klopp menjelaskan timnyatidak harus selalu bermain indah untuk memetik kemenangan. Sebab, mereka bukanlah Harlem Globetrotters, yang selalu menunjukkan atraksi permainan yang memukau untuk menghibur penonton.
Harlem Globetrotters adalah tim bola basket yang menggabungkan kehebatan individu, sirkus, dan komedi untuk menghibur penonton dalam setiap pertunjukannya dan tenar di era 80-an. “Saya tahu betul tentang tekanan. Saya merasakannya sepanjang hidup karena alasan yang berbeda-beda. Ketika yang datang adalah tekanan yang tepat, itu selalu membantu. Kalau tidak masuk akal maka itu tidak membantu, dan saya sangat pintar untuk mengabaikannya,” kata Klopp lagi. (bbc)