Pemain bertahan yang membela klub Argentina Atletico Independiente itu tewas sementara tujuh orang lainnya terluka dalam serangan di pelabuhan Colon yang penuh dengan kekerasan.
Hernandez merupakan pemain Panama kedua yang terbunuh di kota tersebut dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Pembunuhan di daerah tersebut telah meningkat karena dua geng bertempur untuk menguasai rute penyelundupan narkoba.
Belum diketahui apakah atau mengapa Hernandez secara khusus menjadi target. Sebelum kejadian, seorang sopir taksi dipaksa oleh dua orang bersenjata untuk membawa mereka ke sebuah bangunan di kawasan Barrio Norte, Colon di hari kejadian
Mereka kemudian menembaki sebuah kelompok yang berkumpul di dekatnya dimana Hernandez termasuk didalamnya. Kedua pria bersenjata itu melarikan diri, namun seorang tersangka berhasil ditangkap di sebuah apartemen yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Federasi Sepak Bola Panama Manuel Arias menggambarkan Hernandez sebagai pemain profesional yang sayangnya meninggal karena berada di tempat dan waktu yang salah. Arias menyebut kejadian itu sebagai contoh kekerasan yang mengguncang masyarakat dan perlu ditangani.
Ayah Hernandez meminta para pembunuh untuk menyerahkan diri. "Jangan menyebabkan lebih banyak kerugian," katanya dilansir dari Thesun.co.uk Selasa (5/9/2023) hari ini.
Dia juga mendesak anak-anak muda kota untuk menghentikan kekerasan. Namun dia juga meminta pihak berwenang untuk berbuat lebih banyak untuk membantu para pemuda dan meminta mereka untuk meluncurkan proyek-proyek untuk menyelamatkan para pemuda dari kekerasan ini.
Kematian Hernandez terjadi enam tahun setelah penembakan fatal di provinsi Colon yang menewaskan gelandang Amilcar Henriquez. Dia adalah bagian dari tim Panama yang lolos ke Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya.
Colon telah dilanda kekerasan dalam beberapa bulan terakhir, yang sebagian besar dipicu oleh kepentingannya dalam perdagangan kokain. Lebih dari 50 orang telah terbunuh tahun ini di kota yang hanya berpenduduk 40.000 jiwa.
Colon menarik bagi para penyelundup narkoba karena letaknya yang berdekatan dengan Laut Karibia dan dekat dengan pintu masuk Atlantik ke Terusan Panama.
Editor: Aspian Nur