Gerakan ini telah digunakan oleh para pemain sejak pembunuhan George Floyd dan protes Black Lives Matter.
Para kapten tim menyatakan tekad bersatu dalam keyakinan kalau diskriminasi tidak memiliki tempat dalam sepak bola atau masyarakat yang lebih luas. "Kami berkomitmen untuk menggunakan platform kami untuk membantu merayakan keberagaman dan menunjukkan dukungan kami dalam memerangi rasisme," tegas mereka.
"Oleh karena itu, kami akan terus menunjukkan solidaritas dengan melakukan aksi berlutut pada momen-momen penting selama musim mendatang. Keberagaman adalah inti dari kesuksesan permainan dan kami merasa sangat yakin bahwa orang-orang harus menghormati orang lain terlepas dari etnis atau latar belakang mereka," sebut mereka lagi.
Pembunuhan Floyd, yang rekamannya dibagikan secara luas secara online, memicu kemarahan pada Mei 2020 dan menyebabkan serangkaian protes yang menentang ketidaksetaraan rasial di Amerika Serikat dan sekitarnya. Petugas polisi Minneapolis Derek Chauvin dihukum atas pembunuhan Floyd pada Desember 2021 dan dijatuhi hukuman lebih dari 22 tahun penjara.
Primer League musim 2023/24 akan dimulai Sabtu (12/8/2023) nanti saat Burnley yang baru saja promosi akan menghadapi sang juara bertahan, Manchester City, di Turf Moor.
Editor: Aspian Nur