Perampingan dari jumlah 33 pemain musim lalu menjadi 25 pemain yang lebih masuk akal seharusnya menjadi prioritas nomor satu kata Frank Lampard dalam pidato terakhirnya bulan lalu sebelum resmi diberhentikan dari kursi pelatih.
Namun sepertinya hal tersebut akan membuat bos Chelsea Todd Boehly harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit disaat ia harus membawa uang tunai mengimbangi rekor transfer musim lalu yang mencapai 606 Juta Poundsterling, setara dengan Rp11,5 Triliun.
Gelandang timnas Prancis N'Golo Kante pemain pertama yang mengemasi tasnya kemarin, dengan status bebas transfer ke klub Arab Saudi, Al-Ittihad. Gelandang 32 tahun yang penuh inspirasi namun sedang dilanda cedera ini akan mengantongi £25 juta per musim, setara dengan Rp500 Miliar. Namun karena ia berada diakhir masa kontraknya, Chelsea tidak mendapatkan apa-apa.
"Waktunya telah tiba untuk membuka babak baru. Sebelum itu, penting untuk mengucapkan terima kasih kepada keluarga Chelsea yang hebat dan indah,” kata Kante saat menyampaikan kalimat perpisahan.
“Hanya kenangan indah, kemenangan besar dan gelar yang tak terlupakan yang bisa diraih bersama kalian. Dari lubuk hati yang paling dalam, terima kasih banyak. Saya tidak akan pernah melupakan kalian," imbuhnya.
Kepergian Kante dengan cepat diikuti oleh kesepakatan senilai yang sama, £25 Juta, untuk menjual sesama gelandang Mateo Kovacic yang berusia 29 tahun ke peraih Treble Manchester City, £15 juta (Rp300 Miliar) lebih murah dari yang dibayarkan Chelsea kepada Real Madrid untuk pemain asal Kroasia itu pada 2019.
Kiper pemberontak kontrak Edouard Mendy juga pergi ke klub Arab Saudi, Al-Alhi, dengan harga kurang dari setengah dari £24 Juta, Rp460 Miliar, yang dibayar saat mendatangkannya diawal musim.
Pemain sayap berusia 30 tahun Hakim Ziyech, bergabung dengan Cristiano Ronaldo di Al-Nassr dengan harga sekitar £8 juta, setara Rp160 Miliar, jauh lebih murah dari harga £36,7 juta, setara dengan Rp600 Miliar, saat si pemain didatangkan dari Ajax Amsterdam.
Bek Kalidou Koulibaly akan membawa setengah dari £35 juta (Rp700 Miliar) yang ia keluarkan pada bulan Juli lalu dengan kepindahan pemain 31 tahun itu ke Al-Hilal.
Chelsea juga sedang dalam pembicaraan untuk menggeser striker Pierre-Emerick Aubameyang yang sudah berusia 34 tahun, namun kemanapun dia pergi, itu tidak akan menutup biaya sebesar £12 Juta, setara Rp230 Miliar yang dikeluarkan pada musim panas lalu.
Meskipun menelan kerugian besar dalam semua kesepakatan ini, sumber klub bersikeras bahwa Chelsea tidak akan melanggar aturan Financial Fair Play.
Hal ini dilihat sebagai langkah untuk membuang kayu mati dan memulai pembangunan kembali. Namun hal tersebut akan memakan biaya yang cukup besar - seperti yang diungkapkan oleh SunSport secara eksklusif pada tanggal 1 April.
Bahkan kepindahan penyerang Kai Havertz senilai £65 Juta, setara dengan Rp1,3 Triliun, ke Arsenal membuat Chelsea harus kehilangan £5 Juta (Rp1 Triliun) meskipun pemain Jerman berusia 24 tahun itu adalah pemenang Liga Champions.
Striker gagal Romelu Lukaku yang datang ke Chelsea dengan rekor klub saat itu, £97,5 Juta (Rp1,9 Triliun) kurang dari tiga tahun yang lalu, juga diperebutkan dengan harga £60 juta (Rp1,1 Triliun).
Menjual pemain lokal yang secara teknis tidak memerlukan biaya adalah cara terbaik untuk menyeimbangkan pembukuan Chelsea.
Mason Mount, Conor Gallagher, Trevoh Chalobah dan Callum Hudson-Odoi dapat membuat Boehly tetap berada di zona merah.
Mantan bintang the Blues, Lampard, mengakui bahwa jumlah pemain yang terlalu banyak membuat mereka kesulitan untuk berlatih dan menimbulkan rasa kesal dan frustasi.
Chelsea mulai melakukan penyegaran di ruang ganti dengan memindahkan beberapa pemain menjelang hari pertama Pochettino melatih akhir pekan ini.
Editor: Aspian Nur