Kegagalan yang sangat menyakitkan bagi kapten Kroasia Luka Modric yang ingin menutup karir internasionalnya dengan memimpin Kroasia meraih trofi pertama di dunia dari ajang ini. Pada akhirnya, rekan setimnya di Real Madrid Dani Carvajal melukai hati Modric tersebut.
Bermain imbang selama 2x45 menit plu 30 menit waktu tambahan, dalam drama adu penalty, pemain Kroasia Nikola Vlasic mencetak gol pertama untuk Kroasia, disamakan Joselu jadi 1-1. Marcelo Brozovic membuat skor menjadi 2-1 untuk Kroasia dan Rodri yang terpilih sebagai pemain terbaik di laga ini, menyamakan kedudukan untuk Spanyol jadi 2-2. Modric kemudian melepaskan tendangannya dengan mudah ke atas gawang Unai Simon, namun dengan tenang Mikel Merino membuat skor menjadi 3-3.
Simon kemudian melakukan penyelamatan dari sepakan Lovro Majer dan ketika Marco Asensio mencetak gol, Spanyol kembali memimpin 4-3. Namun Ivan Perisic mencetak gol dan dengan kesempatan untuk memenangkan pertandingan Aymeric Laporte, yang juga dapat membanggakan diri karena Bersama Rodri mengangkat dua piala dalam delapan hari, tendangannya membentur mistar gawang.
Sebanyak 25.000 pendukung Kroasia di Rotterdam mengira ini akan menjadi kemenangan mereka, namun terdapat sebuah kejutan saat Unai Simon, kiper Sevilla, kembali melakukan penyelamatan dari tendangan Bruno Petkovic. Akhirnya Carvajal dengan sebuah tendangan Panenka, berhasil mencetak gol dan memberikan Spanyol trofi pertama mereka sejak memenangkan Euro di tahun 2012 dengan skor akhir 4-5.
“Tidak ada perdebatan,” ujar Rodri ketika ditanya mengenai masa depan pelatih Spanyol Luis de la Fuente yang berada dibawah tekanan setelah mengambil alih kursi kepelatihan dari Luis Enrique empat pertandingan yang lalu.
:Kami telah memainkan partai final dan kami memenangkannya,” ujarnya saat Alba mengangkat trofi pertama bagi Spanyol dalam 11 tahun terakhir.
Luis De La Fuente mengatakan Carvajal telah melakukan eksekusi penalti dengan baik dalam latihan menjelang pertandingan final.
"Dia memiliki kepribadian yang fantastis dan itulah cara yang dia putuskan untuk melakukannya. Kami sangat yakin dengan kemampuannya dalam mengeksekusi penalty," kata Fuente.
Gelar-gelar Spanyol sebelumnya diraih pada Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa tahun 1964, 2008 dan 2012. “Saya rasa kemenangan ini menjadi lebih epik dengan cara seperti ini," ujar De La Fuente.
Para pendukung Kroasia - banyak yang mengenakan kostum dengan nama Modric dan nomor punggung 10 - jauh lebih banyak daripada pendukung Spanyol di Stadion De Kuip.
Kroasia berada di posisi kedua di Piala Dunia 2018 dan ketiga di Qatar tahun lalu. Sementara itu, Modric telah memenangkan Liga Champions lima kali bersama Real Madrid dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia FIFA pada 2018, mematahkan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang telah berlangsung selama satu dekade. Namun ia belum mampu menutup karirnya yang gemilang dengan penghargaan internasional.
Apakah dia akan mencoba lagi di Kejuaraan Eropa tahun depan, masih harus dilihat. "Saya ingin Luka bertahan," ujar pelatih Kroasia, Zlatko Dalic. "Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami," imbuhnya
Spanyol melangkah lebih baik dari final Nations League terakhir pada 2021, ketika kalah dari Prancis. Tidak buruk untuk sebuah tim dengan seorang pelatih, Luis De La Fuente, yang baru saja mengambil alih setelah Piala Dunia di Qatar dan mendapat kritikan saat timnya kalah 2-0 dari Skotlandia di kualifikasi Piala Eropa.
Pada perebutan gelar juara ketiga, Federico Dimarco mencetak gol di menit keenam dan Davide Frattesi menyarangkan bola rebound untuk menggandakan keunggulan di menit ke-20 untuk membawa Italia mengalahkan Belanda 3-2 dan mengamankan posisi ketiga di Nations League untuk kedua kalinya dalam dua kesempatan.
Steven Bergwijn membawa Belanda kembali ke dalam persaingan di menit ke-68, namun Federico Chiesa mampu mengembalikan keunggulan dua gol Azzurri empat menit kemudian. Pemain pengganti Georginio Wijnaldum melengkapi kemenangan dengan satu menit waktu tambahan tersisa, saat Italia bertahan.
Kekalahan di Enschede membuat tim asuhan Ronald Koeman kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan sebagai tuan rumah putaran final empat besar Nations League, setelah kalah 4-2 dari Kroasia melalui babak perpanjangan waktu pada hari Rabu. Spanyol mengalahkan Italia 2-1 untuk mencapai final.
Editor: Aspian Nur