Tribun selatan Valencia akan ditutup dan klub memiliki waktu 10 hari kerja untuk mengajukan banding.
Federasi Sepak Bola Spanyol, RFEF, juga menegaskan kalau Vinicius tidak akan diskorsing setelah diusir dari lapangan pada menit ke-97 dalam kekalahan 1-0 tersebut.
RFEF mengatakan dalam sebuah pernyataan keputusan wasit untuk mengusir pemain 22 tahun itu adalah karena dia tidak melihat bagian yang menentukan dari fakta-fakta dan menambahkan tidak mungkin baginya untuk menilai dengan benar apa yang terjadi.
Menjelaskan penutupan sebagian stadion, RFEF memberikan penjelasan. "Dianggap terbukti seperti yang tercermin oleh wasit dalam berita acaranya, ada teriakan rasis kepada Vinicius, mengubah jalannya pertandingan yang normal dan menganggap pelanggaran itu sangat serius." tulis mereka Rabu (23/5/2023) pagi ini dilansir dari bbc.com
Pertandingan di Mestalla dihentikan pada babak kedua karena Vinicius yang marah melaporkan para pendukung lawan kepada wasit.
Real Madrid telah melaporkan pelecehan terhadap Vinicius kepada kejaksaan Spanyol sebagai sebuah kejahatan kebencian. Vinicius telah beberapa kali menjadi target pelecehan rasis musim ini dan insiden terakhir membuatnya mendapat dukungan dari dunia sepak bola. Dan terdapat kecaman yang meluas atas penanganan insiden tersebut, termasuk dari pemerintah Brasil.
Sebelum pertandingan antara Real Valladolid dan Barcelona serta Celta Vigo dan Girona dua hari lalu, para pemain dan ofisial pertandingan berdiri di belakang spanduk bertuliskan "Rasisme, keluar dari sepak bola".
Pemain sayap Barcelona Raphinha mengungkapkan sebuah pesan dukungan kepada rekan senegaranya di babak kedua ketika ia digantikan.
LaLiga mengatakan akan meminta "lebih banyak kekuatan sanksi" agar dapat menghukum insiden rasisme, setelah penanganan Liga Spanyol atas insiden di Valencia mendapat kecaman luas.
Setelah pertandingan, Vinicius dan presiden LaLiga Javier Tebas terlibat dalam perdebatan di Twitter, setelah pemain asal Brasil itu mengatakan LaLiga milik para rasis dan di Brasil, Spanyol dikenal sebagai negara rasis.
Tebas merespons dengan mengatakan Vinicius dua kali tidak hadir dalam pertemuan untuk membahas apa yang dapat dilakukan dalam kasus-kasus rasisme dan menambahkan "Sebelum Anda mengkritik dan memfitnah LaLiga, Anda harus memberi tahu diri Anda sendiri dengan benar," ujarnya.
Sebelumnya pada Selasa (22/5/223) kemarin, RFEF juga sudah memecat enam ofisial LaLiga termasuk Iglesias Villanueva, yang bertanggungjawab atas VAR selama kekalahan Real Madrid 1-0 dari El Che.
Menjelaskan keputusan pemecatan ofisial, laporan tersebut mengklaim gambar yang diberikan kepada wasit di lapangan De Burgos Bengoechea yang berujung kartu merah Vinicus tidak lengkap. "Mereka tidak dapat menemukan alasan mengapa urutan yang dikirim hanya mengacu pada pukulan pemain Brasil itu ke wajah Hugo Duro dan bukan ke sisa permainan," sebut mereka.
Editor: Aspian Nur