Pemain berusia 22 tahun itu diusir dari lapangan karena melakukan tindakan kekerasan di menit ke-97 setelah terlibat pertengkaran dengan pemain Valencia Hugo Duro.
Sebelumnya dalam pertandingan yang dimenangkan tuan rumah lewat gol tunggal Diego Lopez menit ke-33 itu, Vinicius yang marah berusaha untuk menarik perhatian seorang penggemar Valencia kepada wasit. "Kejuaraan yang dulunya milik Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano dan Messi hari ini menjadi milik para rasis," tulisnya di Instagram.
"Ini bukan yang pertama, bukan yang kedua, bukan juga yang ketiga. Rasisme adalah hal yang normal di La Liga. Kompetisi menganggapnya normal, federasi juga dan para lawan mendorongnya,” sebut pemain timnas Brasil bernama lengkap Vinícius José Paixão de Oliveira Júnior itu.
"Sebuah negara yang indah, yang menyambut saya dan yang saya cintai, tetapi setuju untuk mengekspor citra negara yang rasis ke seluruh dunia. Saya minta maaf kepada orang-orang Spanyol yang tidak setuju, tetapi hari ini, di Brasil, Spanyol dikenal sebagai negara rasis,” tegasnya.
"Dan sayangnya, untuk semua yang terjadi setiap minggu, saya tidak punya pembelaan. Saya setuju. Tetapi saya kuat dan saya akan berjuang sampai akhir untuk melawan para rasis. Bahkan jika jauh dari sini," ujar pemain 22 tahun ini.
Dalam sebuah pernyataan, La Liga mengatakan bahwa mereka telah berjuang melawan perilaku semacam ini selama bertahun-tahun, serta mempromosikan nilai-nilai positif dari olahraga, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan.
Vini sudah berkali-kali menjadi sasaran pelecehan rasial di La Liga musim ini. Pertandingan di Mestalla sempat terhenti sejenak di babak kedua karena penyerang Real itu bereaksi dengan marah terhadap sebuah insiden di tribun penonton.
Sejak saat itu ia mendapatkan kartu merah dan diusir keluar lapangan untuk pertama kalinya di La Liga karena keterlibatannya dalam keributan antara kedua tim.
Pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengatakan pertandingan tersebut seharusnya dihentikan karena pelecehan yang ditujukan kepada pemainnya. "Apa yang kita lihat hari ini tidak dapat diterima. Seluruh stadion meneriakkan hinaan rasis," ujar pelatih asal Italia ini.
"Saya tidak ingin membicarakan sepak bola hari ini. Saya mengatakan kepada wasit bahwa dia seharusnya menghentikan pertandingan. La Liga memiliki masalah. Bagi saya Vinicius adalah pemain terpenting di dunia. La Liga memiliki masalah, episode-episode rasisme ini harus menghentikan pertandingan,” paparnya.
"Seluruh stadion menghina seorang pemain dengan nyanyian rasis dan pertandingan harus dihentikan. Saya akan mengatakan hal yang sama jika kami menang 3-0, tidak ada cara lain," tegasnya.
Ancelotti mengatakan bahwa rasisme adalah masalah bagi sepak bola Spanyol. “Saya bertanya kepadanya apakah dia ingin terus bermain, dan dia tetap bermain," tambah mantan gelandang Milan ini. "Vinicius sangat sedih, dia marah. Hal seperti ini tidak boleh terjadi di dunia yang kita tinggali," tutup Don Carlo.
La Liga mengatakan akan menyelidiki insiden tersebut, sementara Valencia merilis pernyataan di situs web mereka yang mengutuk kejadian itu dan mengonfirmasi mereka juga akan melakukan penyelidikan. "Valencia CF ingin mengutuk secara terbuka segala jenis penghinaan, serangan atau diskualifikasi dalam sepak bola," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Klub, dalam komitmennya terhadap nilai-nilai rasa hormat dan olahraga, secara terbuka menegaskan kembali posisinya menentang kekerasan fisik dan verbal di stadion dan menyesalkan peristiwa yang terjadi. Meskipun ini adalah sebuah episode yang terisolasi, penghinaan terhadap pemain manapun dari tim lawan tidak memiliki tempat dalam sepak bola dan tidak sesuai dengan nilai-nilai dan identitas Valencia CF. Klub sedang menyelidiki apa yang terjadi dan akan mengambil tindakan yang paling keras," sebut mereka.
Mantan pemain bertahan Inggris dan Manchester United Rio , mempertanyakan seberapa besar dukungan yang diterima Vinicius dalam sebuah unggahan di Instagram. "Bro, kamu butuh perlindungan .... siapa yang melindungi Vinicius Junior di Spanyol?" tulisnya. "Berapa kali kita harus melihat anak muda ini mengalami hal ini? Saya melihat rasa sakit, saya melihat rasa jijik, saya melihat dia membutuhkan bantuan ... dan pihak berwenang tidak membantunya. Orang-orang harus bersatu dan menuntut lebih banyak dari pihak berwenang yang menjalankan permainan ini,” tulisnya.
Editor: Aspian Nur