Kepiawaian kiper kedua tim, Thbout Courtois dari Real Madrid dan Ederson di kubu City sepanjang 2x45 menit hanya runtuh lewat sepakan jarak jauh.
Ederson tak mampu menjangkau sepakan Vinicius Junior dari luar kotak penalty berjarak 25 meter di menit 36, sementara hal sama terjadi pada Courtois yang tak menduga tendangan jarak jauh Kevin de Bruyne menit 67 menjebol gawangnya.
Dengan hasil ini, City harus menang di Etihad Stadium pekan depan karena bisa membawa mereka melaju ke final sekaligus menghentikan langkah sang juara bertahan musim 2021/2022 itu, bersua pemenang antara dua tim sekota, AC Milan atau Inter Milan.
Pada pertandingan ini, tim tamu meski mendominasi permainan namun terlihat tegang, ditambah Thibaut Courtois menggagalkan tendangan De Bruyne, Rodri dan Erling Haaland sebanyak dua kali.
Saat Real mulai mendominasi di babak kedua, City menemukan cara untuk membalas dengan De Bruyne melepaskan tembakan dari jarak yang sama ke pojok bawah gawang.
Aurelien Tchouameni hampir saja membawa Real, yang ingin memperpanjang catatan rekor mereka menjadi gelar Eropa ke-15, memimpin lagi dengan tendangan dari jarak jauh namun berhasil diselamatkan dengan baik oleh Ederson.
City kini tidak terkalahkan dalam 21 pertandingan di semua kompetisi, sebuah catatan yang mencakup 17 kemenangan. Tujuh kemenangan lagi dan mereka akan meraih Treble.
Liga Champion merupakan trofi yang telah hilang bagi City dan mereka merupakan tim terbaik Eropa di era saat ini yang belum pernah memenangkannya. Kedengarannya sangat sederhana, namun mereka hanya perlu mengalahkan Real, yang berada di peringkat tiga La Liga, di kandang sendiri dan kemudian mengalahkan tim yang berada di peringkat empat atau lima Serie A Italia dalam pertandingan final di Istanbul.
Bukan berarti Guardiola akan membiarkan para pemainnya terbawa suasana dengan skenario tersebut. Mereka memimpin klasemen Premier League dari Arsenal dengan empat pertandingan tersisa dan akan menghadapi Manchester United, satu-satunya tim Inggris yang memenangkan treble, di final Piala FA pada bulan Juni.
Semi final ini jadi ulangan musim lalu, saat City disingkirkan Madrid dengan aggregate 5-6. Menariknya, Vinicius dan De Bruyne pemain yang sama yang mencetak gol musim lalu. De Bruyne adalah pemain pertama dalam sejarah Liga Champions yang mencetak gol dalam pertandingan tandang terpisah melawan Real di babak sistem gugur.
Pekan depan mereka akan berharap untuk melihat sang pencetak 51 gol, Haaland, dapat kembali tampil gemilang di depan gawang karena pada pertandingan ini mendapat pengawalan ketat dari David Alaba.
Pada leg kedua, City tak seharusnya mengabaikan tim tamu. Aura Madrid di Liga Champions adalah sesuatu yang spesial. Mereka bukanlah juara bertahan dan juara 14 kali secara kebetulan. Di dalam negeri mereka tertinggal 14 poin dari sang juara bertahan, Barcelona, dengan Atletico Madrid yang juga berada di atas mereka.
Namun mereka telah memenangkan lima Liga Champions dalam sembilan tahun, dengan dua di antaranya terjadi pada musim di mana mereka berada di posisi ketiga.
Anak asuh Carlo Ancelotti datang ke pertandingan ini dengan sedikit kabar baik di dalam negeri, setelah memenangkan final Copa del Rey atas Osasuna akhir pekan lalu.
Playmaker City Jack Grealish mengatakan Manchester City akan merasa tak terbendung saat mereka menjamu Real Madrid di leg kedua nanti. "Kami telah belajar banyak sejak tahun lalu," kata Grealish kepada BT Sport.
"Kami memiliki tim baru tahun ini, pemain-pemain yang berbeda. Ini adalah tahun yang lalu. Kami memiliki keseimbangan sempurna antara pengalaman dan para pemain muda kelas dunia. Saya tidak pernah merasa begitu percaya diri saat berada di lapangan dengan para pemain di sekitar saya. Jika Haaland tidak mendapatkan Anda, De Bruyne yang akan melakukannya,” paparnya.
Dengan pertandingan tahun ini akan diadakan di kandang City, dimana mereka telah memenangkan 14 pertandingan beruntun dengan skor gabungan 49-7, peluang terasa sangat berpihak pada tim asuhan Pep Guardiola. "Di Etihad, kami merasa tak terbendung," tegas Grealish. Kami datang ke sini untuk mencoba meraih kemenangan, tetapi itu menunjukkan karakter kami untuk tertinggal satu gol di tempat seperti ini. Pada akhirnya saya pikir ini adalah hasil yang adil. Mereka memiliki peluang, kami juga memiliki beberapa," sebutnya.
Di kubu lawan, Thibaut Courtois menegaskan mereka tidak bisa diremehkan. Mereka telah secara meyakinkan mengalahkan Liverpool dan Chelsea di laga tandang pada kompetisi musim ini.
"Pekan depan akan seperti final dan kami cukup baik dalam memenangkan final," kata pemain asal Belgia itu. "Semoga kami bisa bermental seperti itu meskipun di City dan itu akan sulit bagi kami," harapnya.
Editor: Aspian Nur