Pemain asal Brasil Rodrygo Goes mencetak brace atau dua gol penentu keberhasilan Madrid di laga ini menit 2 dan 70, sementara gol Osasuna dicetak Lucas Torro menit 58.
Gol Rodrygo menit ke-2 jadi gol tercepat di final Piala Raja Spanyol selama 17 tahun terakhir karena sejatinya tercipta kurang dari dua menit, hanya 106 detik.
Osasuna, yang didukung oleh hampir 25.000 penggemar di Estadio de La Cartuja, memiliki kesempatan saat mereka mengejar trofi utama pertama dalam 103 tahun sejarah mereka.
Los Rojillos alias Si Merah Kecil, memiliki lebih banyak tembakan tepat sasaran (5) dibandingkan Real (3), namun tim asuhan Carlo Ancelotti lebih efektif di depan gawang.
Kemenangan bagi Real telah memberikan gelar Copa del Rey yang ke-20 setelah terakhir mendapatkannya tahun 2014 silam dan sukses ini membuat mereka percaya diri menghadapi pertandingan leg pertama semi final Liga Champions melawan Manchester City dua hari lagi.
Dengan gelar juara La Liga yang sepertinya akan jatuh ke tangan Barcelona, tim asuhan Ancelotti akan menikmati perayaan mereka sebelum mengalihkan perhatian mereka ke Liga Champion. Mereka akan berharap dapat menyambut kembali Luka Modric yang telah pulih dari masalah hamstring untuk menghadapi City di leg pertama di the Bernabeu.
Tak lama setelah Real Madrid juara, Presiden Klub Florentino Pérez menyela wawancara dengan Carlo Ancelotti untuk memberikan ucapan selamat kepada sang pelatih.
Keduanya berpelukan dan berbincang-bincang selama beberapa sebelum Ancelotti kembali ke depan kamera untuk menyelesaikan wawancaranya. "Kami sangat senang," ujar Ancelotti. "Seperti halnya semua pendukung Madrid, kami semua bahagia," imbuhnya.
Ancelotti telah melakukan hal yang luar biasa bersama Madrid dengan memenangkan gelar juara Copa, hampir satu dekade setelah ia melakukannya untuk pertama kali dalam tugas pertamanya sebagai pelatih tim raksasa Spanyol itu.
Pérez kemudian memastikan ia mendukung penuh sang pelatih dan menyatakan keinginan klub untuk membuat Ancelotti melanjutkan siklus suksesnya bersama Madrid, meskipun ada desakan dari Brasil untuk merekrutnya sebagai pelatih tim nasional.
"Saya bahkan tidak ingin mendengar tentang hal itu lagi. Dia memiliki kontrak dengan kami dan kami merasa senang," ujar Perez.
Editor: Aspian Nur