Kamis (14/9) dinihari kemarin, secara meyakinkan The Lily Whites menang telak 3-1 atas De Borussen yang membuat mereka hanya kalah selisih mencetak gol dengna Real Madrid di Grup H sehingga harus berada di posisi kedua klasemen sementara.
Spurs mengubah gaya permainan di laga kontra Dortmund. Mereka bermain dengan penguasaan yang minim dan berusaha tampil efisien. Spurs memimpin 1-0 lewat gol cepat Son Heung-min menit keempat. Tim tamu menyamakan skor 1-1 menit ke-11 lewat gol Andriy Yarmolenko. Namun, di menit ke-15 Spurs kembali unggul lewat gol Harry Kane, yang membawa mereka memimpin 2-1 hingga turun minum. Di babak kedua, tepatnya pada menit ke-60, Kane mencetak gol kedua.
Bagi Son Heung Min, gol yang dicetaknya melanjutkan catatan positif saat menghadapi Dortmund. Gawang Dortmund tercatat sebagai gawang favorit penyerang asal Korea Selatan itu. “Ini pertandingan yang sangat sulit bagi kami. Kami akhirnya memutus kutukan Wembley dan mudah-mudahan kami bisa melanjutkannya. Dortmund sendiri memiliki banyak penguasaan bola, namun kami sukses menyerang mereka lewat serangan balik. Gol pertama [yang saya cetak] berarti penting, namun kami juga punya peluang lain untuk mencetak lebih banyak gol,” kata Son. “Kane sendiri tampil luar biasa, dia bisa melakukan segalanya. Dia bisa menendang, dia bisa menjaga bola, dia adalah salah satu striker terbaik, benar-benar mesin gol. Grup ini sangat sulit,” tutupnya.
Pelatih Dortmund Peter Bosz menganggap kekalahan timnya akibat kecerobohan lini belakang. “Saya kecewa karena kami seharusnya mendapatkan hasil yang lebih baik dari pertandingan ini. Yang paling penting, kami bermain bagus di babak pertama, tapi dua kali ceroboh,” kata Bosz seperti dikutip dari situs resmi klub. (bbc)