Bayern setidaknya harus menang selisih empat gol tanpa balas pada leg kedua Kamis (20/4/2023) dini hari pekan depan di AllianzArena Munich, sementara Benfica melakoni misi sulit di San Siro karena harus menang tiga gol tanpa balas di markas lawan.
Di Etihad Stadium, Erling Haaland berhasil mencetak satu dari empat gol kemenangan City, tepatnya menit ke-45, menjadikannya pencetak gol terbanyak di semua kompetisi dalam satu musim sejak Liga Primer Inggris dimulai 30 tahun yang lalu, mengungguli Mohamed Salah dan Ruud van Nistelrooy. Haaland sudah menorehkan 45 gol di semua kompetisi musim 2022-2023.
City memberikan penampilan tim yang kuat secara keseluruhan dari Bayern yang ditangani pelatih baru Thomas Tuchel. "Secara emosional saya sangat senang," kata sang pelatih City Pep Guardiola usai laga dilansir dari bbc.com pag ini. "Ini adalah pertandingan yang sangat menguras emosi dan saya merasa itu tidak nyaman. Tapi setelahnya saya harus bersantai - satu hari libur untuk para pemain, mempersiapkan diri untuk menghadapi Leicester [di Premier League pada hari Sabtu]," ucapnya.
Rodri memecah kebuntuan dengan cara yang spektakuler dengan tendangan kaki kiri melengkung ke pojok atas gawang pada menit ke-27, digandakan via sundulan Bernardo Silva menit 70 dan ditutup gol Haaland enam menit berselang, membuat penampilan gemilang kipper Bayern Yann Sommer seolah tak berarti apa-apa.
"Ini hasil yang luar biasa tapi saya tahu sedikit apa yang bisa terjadi di Munich," tambah Guardiola, yang melatih Bayern Munich dari 2013 hingga 2016, memenangkan tiga gelar liga dan dua gelar domestik.
"Kalau kami tidak tampil dengan sangat baik, mereka mampu mencetak satu, dua, tiga gol. Saya tahu itu, para pemain tahu itu. Jika kami tidak melakukan permainan kami, apa pun bisa terjadi,” papar Guardiola.
Sementara Thomas Tuchel menyatakan kegembiraannya dapat kembali ke Inggris untuk pertandingan perempat final Liga Champion ini, setelah baru saja menggantikan Julian Naglesmann di Bayern Munich, namun tidak banyak hal yang dapat membuat mantan pelatih Chelsea tersebut merasa senang dengan hasil ini.
"Saya mencoba untuk tidak membiarkan para pemain saya fokus pada hasil," ujar Tuchel. "Saya pikir itu bukan hasil yang pantas, itu tidak menceritakan kisah pertandingan ini. Kami bermain dengan kepribadian, keberanian dan banyak kualitas tetapi kami tidak mendapatkan hadiah yang pantas kami dapatkan,” ujar Tuchel.
"Ini tidak terasa seperti 3-0 tetapi ini adalah 3-0. Ini adalah tugas besar untuk membalikkan keadaan tetapi kami tidak akan menyerah," tegasnya.
Di perempat final lainnya di Portugal, Romelu Lukaku mencetak gol penalti di menit ke-82 saat Inter Milan menempatkan diri mereka dalam posisi yang kuat untuk melaju ke babak semi-final Champions League setelah meraih kemenangan yang layak di Benfica. Gol pembuka Nerazzurri tercipta lewat sundulan Nicolo Barella menit 51.
Tim tamu asal Italia mengunci kemenangan yang solid ketika pemain pengganti Lukaku, yang dipinjam dari Chelsea, mencetak gol dari titik putih setelah mantan pemain Inter, Joao Mario, melakukan pelanggaran.
Wasit Premier League, Michael Oliver, memberikan hadiah penalti setelah menyaksikan insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan, dengan tayangan ulang yang menunjukkan bola sempat mengenai bagian samping kepala Mario sebelum mengenai tangannya.
Sejatinya Inter tiba di ibu kota Portugal dengan penampilan buruk setelah gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir namun mereka berhasil mengambil keuntungan dari Benfica yang penampilannya meragukan.
Ini merupakan pertandingan Eropa ke-13 bagi Benfica di musim ini setelah memulai perjalanan mereka di Liga Champions di babak kualifikasi ketiga pada bulan Agustus.
Lukaku sendiri kehilangan tempat sebagai pemain inti karena pemain berusia 37 tahun, Edin Dzeko, lebih mendapat kepercayaan, namun ia memberikan dampak dari titik putih setelah mengalahkan sang penjaga gawang dengan kecepatan dan kekuatannya.
"Kami tidak boleh berpikir bahwa kami sudah berada di babak semifinal, karena memang belum," ujar Andre Onana, kiper Inter Milan.
Editor: Aspian Nur