Conte dikonfirmasi pergi sebelum pukul 22.30 pada Minggu (26/3/2023) malam kemarin meskipun kepergiannya digambarkan sebagai saling menguntungkan.
Asisten Conte Cristian Stellini, akan mengambil peran sebagai pelatih kepala sementara Ryan Mason akan mengambil posisi sebagai asisten pelatih.
Pelatih asal Italia itu dikabarkan akan kembali ke tempat latihan klub besok saat para pemain mulai kembali dari tugas internasional.
Diketahui Conte memberikan kritik kepada para pemainnya dalam serangkaian wawancara pasca-pertandingan yang meledak-ledak setelah pertandingan melawan Southampton, dimana ia mempertanyakan keinginan dan sikap mereka, dengan kekhawatiran besar yang muncul di tingkat direksi mengenai bagaimana kata-kata kasar itu memengaruhi moral skuat Harry Kane dkk.
“Mereka sudah terbiasa di sini,” geram Conte setelah hasil imbang 3-3 di St Mary's. “Mereka tidak bermain untuk sesuatu yang penting. Mereka tidak ingin bermain dibawah tekanan,” ucapnya saat itu.
“Sampai saat ini, saya mencoba menyembunyikan situasi ini, namun masih ada 10 pertandingan tersisa dan beberapa orang berpikir bahwa kami dapat berjuang. Berjuang untuk apa? Dengan semangat ini, sikap ini, komitmen ini? Apa? Untuk posisi ketujuh, kedelapan, ke-10?" paparnya.
Para pemain sangat marah dengan ucapan Conte tersebut. Gelandang Spurs Pierre-Emile Hojbjerg, meminta Conte untuk memberikan penjelasan setelah ia menuduh para pemain tidak profesional.
"Saya mengerti jika ingin sukses sebagai sebuah tim membutuhkan 11 pemain yang berkomitmen tapi saya pikir dia harus menjelaskan bagaimana perasaannya sebagai pemain bisa mulai mengukur dan menimbang," ujar pemain asal Denmark ini.
Conte menghabiskan jeda internasional di kampung halamannya, Italia ditengah ekspektasi akan kehilangan pekerjaannya. Namun pulang kampung bukanlah hal yang asing bagi mantan bos Chelsea yang sering pulang ke Italia ketika ada jeda dalam jadwal latihan tim.
Fakta dia dijadwalkan kembali ke markas klub di Enfield pekan ini membuat Conte harus mengambil keputusan sulit apakah dia akan kembali bekerja karena dia sedang dalam masa peminjaman.
Upaya Conte untuk menjalani musim penuh pertamanya di klub terganggu oleh tragedi pribadi dan juga kesehatan yang buruk.
Seorang anggota kunci dari stafnya di ruang ganti yaitu pelatih kebugaran, Gian Piero Ventrone, meninggal dunia pada bulan Oktober 2022 lalu.
Hal ini diikuti dengan wafatnya teman dan mantan pemain bertahan Lazio Sinisa Mihajlovic bulan Desember, sementara mantan rekan setimnya di Juventus dan timnas Italia Gianluca Vialli, juga meninggal sebulan kemudian.
Kesehatan Conte kemudian memburuk, dengan operasi kantung empedu pada bulan Februari yang membuatnya harus absen dari bangku kepelatihan Tottenham selama enam dari tujuh pertandingan berikutnya.
Namun sejak kembali, ia dikritik habis-habisan karena menerapkan formasi ultra defensif saat Spurs bermain imbang 0-0 dengan AC Milan dan tersingkir dengan skor 1-0 di babak 16 besar Liga Champions.
Meskipun menang 3-1 atas Nottingham Forest pada pertandingan berikutnya, kekecewaan di antara para penggemar memuncak dengan hilangnya poin di St Mary's.
Namun demikian, para penggemar dibuat marah dengan penampilan tim yang sebagian besar buruk dan tersingkirnya tim dari semua kompetisi piala - termasuk kekalahan di babak kelima Piala FA di kandang tim Championship, Sheffield United, dan dari Liga Champions di tangan AC Milan.
Tottenham telah melakukan pembicaraan mengenai paket kompensasi Conte sejak pertengahan pekan lalu, dan sumber-sumber mengindikasikan kerumitan dalam diskusi tersebut merupakan alasan dibalik penundaan kepergian mantan bos Chelsea tersebut.
Pelatih asal Italia itu hanya memiliki tiga bulan tersisa dalam kontraknya saat ini, yang bernilai £15 juta per tahun, setara dengan Rp244,8 Miliar, yang berarti Conte harus membayar kompensasi sebesar £4 juta, sekitar Rp65,2 Miliar, tidak termasuk uang yang harus dibayarkan kepada para stafnya.
Spurs memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak Conte selama 12 bulan lagi, namun dipahami tidak ada kewajiban bagi Spurs untuk memberikan kompensasi kepada pelatih kepala mereka saat ini untuk klausul perpanjangan tersebut.
Lolos ke Liga Champions musim depan adalah satu-satunya target klub dan Levy pada awalnya dan manajemen tim tidak ingin membuat keputusan yang dapat berdampak buruk pada peluang mereka untuk finis di empat besar.
Namun terdapat kekhawatiran yang nyata di balik layar kalau kehadiran Conte berdampak negatif pada moral di dalam skuat, sebuah isu yang disadari oleh dewan direksi.
“Kami memiliki 10 pertandingan Liga Primer yang tersisa dan kami memiliki pertarungan untuk mendapatkan tempat di Liga Champions. Kami harus bersatu. Semua orang harus melangkah maju untuk memastikan hasil akhir setinggi mungkin bagi Klub dan para pendukung kami yang luar biasa dan setia,” tegas Levy.
Upaya untuk menunjuk suksesor jangka panjang Conte telah berlangsung selama beberapa pekan mengingat ekspektasi Conte akan meninggalkan klub pada akhir musim, terlepas dari bagaimana pun tim menyelesaikan musim ini.
Julian Nagelsmann, yang meninggalkan Bayern Munich pekan lalu, merupakan manajer yang ingin diajak bicara oleh Spurs mengenai posisi tersebut. Kembalinya Mauricio Pochettino ke klub akan membuat sebagian besar penggemar bersemangat mengingat kesuksesannya bersama Tottenham.
Pilihan lainnya adalah Luis Enrique, Roberto de Zerbi, Marco Silva, Steve Cooper, Thomas Frank, Sergio Conceicao, Oliver Glasner dan Ange Postecoglou. Thomas Tuchel juga merupakan kandidat namun ia telah menggantikan Nagelsmann di Bayern Munich.
Editor: Aspian Nur