Barcelona sendiri yang dilatih Xavi Hernandez hanya berjarak 90 menit dari final Piala Raja Spanyol setelah meraih kemenangan mengejutkan di laga ini setelah mereka melewati dua kekalahan beruntun dan serangkaian cedera pemain kunci. Kemenangan atas rival utama di Spanyol ini jadi bukti ciri khas mereka musim ini, dengan telah meraih tujuh kemenangan di LaLiga.
Madrid memulai pertandingan sebagai unggulan karena Barcelona tidak diperkuat oleh tiga pencetak gol terbanyak mereka, Roberto Lewandowski, Pedri dan Ousmane Dembele, namun seorang pemain Real Madrid lah yang membawa tim asuhan Xavi unggul di menit ke-26 ketika Camavinga melakukan kesalahan dalam melakukan umpan dan Gavi berhasil merebut bola.
Dia memberikan umpan kepada Franck Kessie dan ketika Thibaut Courtois melakukan penyelamatan bola pantulan menuju ke arah Eder Militao yang tidak dapat menahan bola untuk melewati garis gawang.
Dalam 15 pertandingan terakhir di Santiago Bernabeu, Barcelona telah memenangkan sembilan pertandingan dan pertandingan ini merupakan pertandingan yang spesial dan tidak terduga dengan Real Madrid tidak melakukan satu pun tendangan ke arah gawang.
"Vinicius biasanya menciptakan enam atau tujuh peluang dalam satu pertandingan tapi di laga ini dia tidak berhasil menciptakan satu pun," kata Xavi. "Kami bermain melawan juara bertahan Eropa dan para pemain layak mendapatkan banyak pujian,” imbuhnya.
“Bagi saya Araujo adalah satu dari pemain bertahan terbaik di dunia dan begitu pula Jules Kounde,” kata pria asal Spanyol itu setelah rencananya untuk memindahkan Araujo ke posisi bek kanan ke posisi gelandang bertahan Vinicius berjalan dengan sempurna. "Marcos Alonso [menggantikan Christensen] juga tampil luar biasa dan begitu juga [Alejandro] Balde. Saya tidak puas dengan apa yang kami lakukan dengan bola, tetapi ada aspek-aspek lain dari permainan yang membuat saya senang. Kami bertahan dengan sangat baik,” tegasnya.
Kemenangan yang tidak terduga ini merupakan cara yang sempurna bagi kapten Barcelona, Sergio Busquets, untuk merayakan kemenangannya sebagai pemain yang paling banyak bermain di laga-laga Clasico dibandingkan pemain lainnya. "Saya beruntung bisa bermain di kompetisi ini selama bertahun-tahun," katanya.
Carlo Ancelotti merasakan kesedihan setelah pertandingan. "Kami harus mengulangi banyak hal baik yang kami lakukan di leg pertama. Dan jika kami berhasil membalikkan keadaan, ini bukan pertama kalinya kami membalikkan ketertinggalan di leg pertama,” tegas Ancelotti dengan penuh semangat.
Kiper Madrid Thibaut Courtois mengatakan bahwa Madrid telah menang tanpa layak mendapatkannya. “Hal itu sudah jelas. Kami harus menciptakan lebih banyak peluang di leg kedua dan mereka tidak akan bisa bermain bertahan di Camp Nou,” tegas Courtois.
Editor: Aspian Nur