Pelatih United Erik ten Hag sepertinya memahami falsafah kalau cara terbaik untuk memenangkan trofi adalah dengan merekrut pemain berpengalaman yang pernah meraih gelar juara.
Dan hal itu ada dalam diri Casemiro, pemain berlabel juara Liga Champions lima kali. Mantan pemain Real Madrid berposisi sebagai bek itu berhasil mencetak gol via sundulan menit 33 dan digandakan penyerang Marcus Rashford menit 39. Tendangan Marcus Rashford yang dibelokkan, yang dianggap sebagai sebuah gol bunuh diri dari Sven Botman.
Anak asuh Eddie Howe tak mampu membalas dua gol yang bersarang ke gawang mereka kendati tim ini sejatinya diperkuat pemain berlabel mahal termasuk mantan kiper Liverpool Loris Karius. Diketahui The Magpies sudah digelontorkan duit sebanyak seperempat miliar sejak pengambilalihan oleh Saudi untuk membangun kekuatan tim namun masih terdapat banyak perbaikan yang harus dilakukan.
Namum dua gol dalam enam menit membuat stadion yang didominasi fans Newcastle yang tadinya sangat berisik menjadi hening.
Manchester United belum pernah mengangkat sebuah trofi sejak Final Liga Eropa 2017, wajar kalau fans mereka menyambut suka cita trofi ini.
Khusus untuk Loris Karius - pemain Liverpool yang melakukan kecerobohan di Final Liga Champion 2018 - ini merupakan penampilan pertamanya dalam dua tahun sejak dipinjamkan ke Union Berlin, menggantikan posisi Nick Pope yang terkena skorsing dan Martin Dubravka yang terkena larangan bermain di bawah mistar gawang.
Erik ten Hag menari dengan penuh kegembiraan usai laga. Ten Hag menjelaskan bahwa selebrasi kemenangannya bersama para pemain United, Lisandro Martinez dan Antony, merupakan sebuah tradisi yang sudah ada sejak mereka masih bersama di Ajax.
"Kami memiliki sejarah, Licha dan Antony di Amsterdam dan kami menari bersama. Saya harap kami dapat melakukan lebih banyak lagi di masa depan, namun untuk itu kami harus berinvestasi dan berkorban setiap hari untuk memenangkan trofi,” ujar Ten Hag usai pertandingan.
Ketika pundit Sky Sports, Roy Keane, bercanda bahwa Ten Hag seharusnya mengundurkan diri karena tariannya, sang pelatih asal Belanda itu menjawab: "Tidak akan pernah, saya harap kami bisa melakukannya lagi!,” tegasnya.
Ten Hag setuju kemenangan di Wembley membenarkan keputusannya untuk meninggalkan Ajax yang telah sukses dan pindah ke Old Trafford 10 bulan yang lalu.
“Mungkin itu adalah sebuah risiko, namun saya sangat mencintai United. Ketika saya melihat jersey kami, ikatan dengan para penggemar, ketika saya melihat Old Trafford, warisan yang ditinggalkan Sir Alex, begitu banyak pemain besar yang dikembangkan dengan seragam United dan kami ingin melakukan hal yang sama,” tegasnya.
Pelatih berusia 53 tahun ini bergabung dengan Manchester United pada awal musim dan mengawali musim dengan sulit di klub barunya.
United kalah dalam dua pertandingan pertama musim ini di bawah asuhan Ten Hag - termasuk kekalahan telak 4-0 dari Brentford.
Ten Hag kemudian membalikkan keadaan dan membawa United meraih Carabao Cup. Namun pria asal Belanda itu menegaskan ini baru permulaan.
“Kami masih berada di awal untuk mengembalikan Manchester United ke tempat yang seharusnya - dan itu adalah memenangkan trofi,” tutupnya.
Sementara bagi Newcastle, paceklik trofi domestik selama hampir 70 tahun akan berlangsung lebih lama lagi setelah kekalahan di final Piala Liga ini. Sekali lagi the Magpies kembali gagal meraih trofi yang dipertaruhkan. Sejak memenangkan Piala FA 68 tahun yang lalu, Newcastle telah tiga kali menjadi runner-up di kompetisi ini dan kini telah kalah di dua final Piala Liga.
Terdapat optimisme bahwa Newcastle sedang menuju ke arah yang benar di bawah asuhan Eddie Howe, meskipun sang pelatih sendiri mengatakan perjalanan mereka masih panjang.
"Ini adalah sebuah proses, kami ingin berada di sini secara teratur. Masih ada jalan panjang untuk menjadi tim yang kami inginkan," kata Howe kepada para wartawan.
"Kami bisa bangga dengan penampilan kami, tetapi kami tidak cukup klinis. Meskipun kami tidak ingin final menjadi gangguan, namun itu terjadi. Para pemain memberikan segalanya," sebutnya.
Editor: Aspian Nur