Chelsea nyaris menyamakan kedudukan ketika Koulibaly melepaskan tendangan ke arah gawang dan bola bergulir berbahaya ke arah garis gawang, di mana Emre Can meluncur untuk melakukan penyelamatan gemilang sampai akhirnya kemenangan 1-0 didapatkan Dortmund hingga laga berakhir.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2016 Dortmund, yang kini mencatat tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi, mengalahkan tim Premier League di Eropa. leg kedua akan dimainkan di London 8 Maret mendatang.
"Kami mendominasi babak pertama. Mereka memiliki peluang tetapi kami memegang kendali di sebagian besar babak pertama," kata kapten Dortmund, Jude Bellingham.
"Di babak kedua kami mengendurkan serangan dan mereka memiliki lebih banyak kontrol. Kami menunjukkan seberapa baik kami dapat bertahan," tegasnya.
Inefisiensi Chelsea yang menghabiskan banyak uang di depan gawang telah menjadi masalah bagi klub Liga Primer musim ini dan mereka hanya mencatatkan satu kemenangan di tahun 2023.
"Itu adalah gol yang buruk. Kami harus tampil lebih baik. Kami menekan pada saat itu dan kami adalah tim yang lebih baik," kata manajer Chelsea, Graham Potter. "Mereka (para pemain) tahu mereka bisa melakukan yang lebih baik dengan itu. Tapi kami akan fokus pada hal-hal positif. Itu adalah langkah maju bagi kami,” ujar Potter.
Di laga lain, wakil Portugal Benfica tetap menjadi tim penyerang yang berbahaya meski kehilangan Enzo Fernández yang hengkang ke Chelsea.
Di Jan Breydel Stadium, João Mário mencetak gol dari titik penalti menit 51 dan pemain pengganti David Neres menambahkan gol kedua dua menit laga tersisa saat Benfica melangkah ke perempatfinal Liga Champions dengan kemenangan 2-0 atas Club Brugge pada leg pertama babak 16 besar.
"Ketika kamu memainkan leg pertama dari pertandingan tandang dan menang, itu merupakan langkah pertama yang sangat baik," ujar pelatih Benfica, Roger Schmidt.
Benfica kini tak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhirnya di Liga Champions, dengan lima kemenangan dan tiga hasil imbang. Kemenangan atas juara Belgia menandai pertama kalinya sejak musim 2005-06, klub asal Lisbon ini memenangkan tiga pertandingan berturut-turut di kompetisi Eropa.
Pelatih Brugge Scott Parker, telah memasukkan enam pemain dengan profil defensif ke dalam starting XI, termasuk Denis Odoi yang berpengalaman untuk menambah ketenangan di lini tengah.
Namun, Odoi harus dikartu merah setelah hanya sembilan menit pertandingan berjalan karena melakukan tekel yang sembrono dan perannya sebagai pemain pengganti tidak menghalangi Benfica untuk menciptakan peluang pertama.
Pertahanan Brugge yang lemah memberikan Nicolas Otamendi terlalu banyak ruang di dalam kotak penalti dan Gonçalo Ramos meneruskannya dengan sundulan dari jarak dekat yang dapat dihentikan oleh penjaga gawang Simon Mignolet.
"Sejujurnya, saya beruntung tapi itu adalah bagian dari sepak bola," ujar João Mário, yang telah mengemas 17 gol musim ini di semua kompetisi.
Brugge, setelah lolos dari grup sulit yang juga terdapat Porto, Bayer Leverkusen dan Atletico Madrid, hanya mampu memenangkan satu dari 11 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi. Brugge akan bertandang ke Lisbon untuk melakoni leg kedua pada 7 Maret.
"Pertandingan seperti ini ditentukan oleh hal-hal kecil. Begitu Anda melakukan kesalahan, Anda harus membayarnya," ujar pemain bertahan Brugge, Clinton Mata. "Kami tidak boleh membuang segalanya, kami harus tetap positif, segala sesuatu mungkin terjadi dalam sepakbola," tegasnya.
Editor: Aspian Nur