Ini jadi kekalahan ketiga secara beruntun PSG, menjadikannya lima kekalahan dalam 11 pertandingan tahun ini bagi tim yang ditangani pelatih Christophe Galtier. Galtier sendiri membuat spekulasi dengan memasukan pemain berusia 16 tahun Warren Zaire-Emery, yang membuatnya jadi pemain termuda sepanjang sejarah yang berlaga di fase gugur Liga Champions.
Sementara Coman yang dibesarkan di Paris, yang dijual PSG ke Juventus saat berusia 18 tahun, mengangkat kedua tangannya ke atas untuk menunjukkan ia tidak merayakan gol ke gawang mantan klubnya - lagi.
"Ini adalah kota di mana saya lahir dan dibesarkan, jadi sulit untuk merayakannya di sini," kata Coman. "Melihat penampilan kami, kami seharusnya bisa melakukan lebih banyak, tetapi pada akhirnya itu sedikit sulit, jadi kami puas dengan kemenangan ini," imbuhnya.
Ketika Bayern memenangkan gelar terakhir dari enam gelar Liga Champions pada tahun 2020, Bayern mengalahkan PSG 1-0 dan saat itu Coman juga mencetak gol kemenangan.
Sementara Mbappe yang secara tak terduga pulih dengan cepat dari cedera namun dua golnya dianulir di laga ini karena offside setelah masuk di babak kedua.
"Itu sulit, tidak dapat diprediksi. Saya tidak seharusnya bermain, tetapi saya ingin bermain dan membantu rekan-rekan saya. Kami melakukan segalanya, kami bekerja siang dan malam untuk memberi saya waktu bermain," kata Mbappé.
PSG belum pernah kalah dalam tiga pertandingan beruntun sejak akhir 2011, yang hanya beberapa bulan setelah pemilik baru klub asal Qatar, QSI, mengambil alih kepemilikan klub.
"Bayern benar-benar menguasai kami dan kami kesulitan untuk menguasai bola di atas lapangan. Babak pertama sangat sulit bagi kami," ujar Galtier. "Saya tahu kami bisa memainkan Kylian di babak kedua, tetapi sayangnya kami kebobolan gol ini tepat sebelum saya memasukkannya," katanya lagi.
Dominasi tim asuhan Julian Nagelsmann di lini tengah begitu lengkap hingga memaksa Messi untuk turun jauh ke dalam untuk mendapatkan bola dan Neymar tidak terlihat hampir sepanjang pertandingan. Kartu merah untuk bek Bayern Benjamin Pavard menit 92 tak membuat PSG bisa membalas gol dari Coman.
"Kami sedikit terkejut dengan banyaknya penguasaan bola yang kami dapatkan. Kami tidak menyangka Paris begitu pasif; itu adalah babak pertama yang bagus," kata Nagelsmann. "Dua kali mereka benar-benar mengancam, itu adalah offside," ucap Nagelsmann.
Leg kedua akan berlangsung 9 Maret bulan depan di Allianz Arena di Munich, Jerman, markas Bayern. Diperlukan dua gol bagi PSG untuk membalikkan keadaan lolos ke 8 Besar dengan catatan tak boleh kebobolan, sementara Bayern cukup bermain imbang untuk melaju ke perempatfinal.
Editor: Aspian Nur