Guardiola dan Arteta memang pernah sama-sama Manchester City. Selama tiga tahun Arteta jadi asisten Guardiola di City sampai akhirnya mereka berpisah karena Arteta mendapat tawaran melatih Arsenal pada 2019.
Rivalitas kedua pelatih terlihat nyata musim ini terutama di Liga Inggris musim 2022/2023, dimana Arsenal yang memuncaki klasemen dengan 50 poin unggul 5 angka dari City di posisi kedua.
Disaat perburuan gelar juara kompetisi domestik masih berlangsung, The Gunners sudah harus lebih dulu tersingkir di FA Cup setelah kekalahan 1-0 dari tuan rumah lewat gol Nathan Ake menit 64 babak kedua.
Arteta melakukan enam perubahan melawan City yang bermain dengan kekuatan penuh. Ini merupakan pertemuan pertama musim ini antara calon juara denngan juara bertahan Liga Inggris musim lalu dan merupakan sebuah pertandingan pembuka yang cukup baik untuk pertarungan yang lebih serius di Emirates pada tanggal 15 Februari mendatang.
City melaju ke putaran kelima namun Arsenal membuktikan mereka memiliki kedalaman skuad yang lebih baik daripada yang diperkirakan banyak orang.
“Ini bukan hasil buruk kami, karena kami harus menyimpan tenaga dengan beberapa pemain utama jadi cadangan,” ujar Arteta.
Arteta melakukan enam perubahan dalam tim dengan mencadangakan kapten Martin Odegaard, Gabriel Martinelli dan William Saliba. Kekalahan ini jadi yang pertama dirasakan skuat Meriam London setelah hampir tiga bulan, terhitung mulai November 2022 lalu dimana mereka mendominasi semua laga yang akhirnya membuat Arsenal berada di puncak klasemen.
Sementara Guardiola yang jelas-jelas mengincar trofi ajang ini hanya mengganti dua pemain dari susunan pemain awal dari kemenangan atas Wolves akhir pekan lalu.
“Saya sangat menghormati dia sebagai pribadi, sebagai manajer. Itu tidak akan berubah jika walau kami berkelahi di pinggir lapangan,” ujar Guardiola pascalaga.
Editor: Aspian Nur