Kehebatan Miha bakal dikenang sepanjang masa terutama fans Lazio dan masyarakat Italia, karena si pemain kidal itu kini sudah berpulang dalam usia 53 tahun setelah berjuang melawan penyakit leukimia yang dideritanya sejak tahun 2019.
Keluarga mengumumkan wafatnya Miha Jumat (16/12/2022) kemarin waktu setempat di sebuah rumah sakit di Kota Roma.
Mihajlović baru-baru ini melatih Bologna selama 3 ½ tahun dan merupakan favorit sentimental para penggemar dan pemain karena keinginannya untuk tetap bekerja bahkan setelah ia didiagnosis menderita leukemia tiga tahun lalu.
Para pemain Bologna terkadang berkumpul di bawah jendela rumah sakit ketika sang pelatih menerima perawatan. Pelatih asal Serbia itu dipecat oleh Bologna pada bulan September 2021 lalu karena alasan kesehatannya.
Mihajlovic merupakan bek sayap dan spesialis tendangan bebas yang bermain dengan intensitas tinggi, sempat membawa tim Red Star Belgrade juara Eropa tahun 1991. Dia juga memenangkan Serie A sebagai pemain bersama Lazio pada tahun 2000 dan berada di tim Inter Milan yang diberi gelar Serie A 2006 setelah Juventus dilucuti kehormatannya karena skandal pengaturan pertandingan Calciopoli.
Mihajlović masih memegang rekor Serie A untuk gol terbanyak dari tendangan bebas dengan 28 gol - dua lebih banyak dari Andrea Pirlo. Mihajlović juga pernah melatih Catania, Fiorentina, tim nasional Serbia, Sampdoria, AC Milan dan Torino.
Tribut untuk Mihajlović mulai mengalir segera setelah kematiannya diumumkan. Media sosial Twitter memasang hastag #RIPLegend sebagai penghormatan untuk dirinya. Red Star mengatakan pihaknya membuka museumnya pada hari Sabtu bagi para pelayat untuk memberikan penghormatan kepada "Miha yang hebat."
"Saya telah kehilangan seorang teman yang telah berbagi 30 tahun hidup saya," kata pelatih Italia Roberto Mancini, yang pernah bermain dengan Mihajlović di Sampdoria dan Lazio, kemudian menjadikan Mihajlović sebagai asisten pelatihnya di Inter.
"Tidak adil penyakit yang begitu menghancurkan merenggut Anda pada usia 53 tahun," tambah Mancini. "Dia berjuang sampai detik terakhir seperti singa, seperti yang biasa dia lakukan di lapangan," ungkapnya.
Presiden Serie A, Lorenzo Casini mengatakan Siniša akan selalu menjadi contoh yang bagus dari seorang pejuang. "Dia mampu membuat dirinya dicintai oleh para penggemarnya dan dihormati oleh lawan-lawannya."
Striker Bologna, Marko Arnautović, yang berada di urutan kedua dalam daftar liga dengan delapan gol musim ini, memberikan penghormatan kepada mantan pelatihnya di Instagram.
"Terima kasih karena selalu percaya pada saya, terutama ketika orang lain tidak percaya," kata Arnautović, pemain internasional Austria yang berayah Serbia. "Anda menerima saya seperti anggota keluarga Anda, Anda adalah teman, saudara, ayah. Saya akan membuat Anda tetap hidup di hati saya dan saya akan berjuang dan bermain untuk Anda. Beristirahatlah dengan tenang pelatih," tulis Arnautovic.
Editor: Aspian Nur