Diwarnai masuknya seorang fans saat pertandingan berlangsung dimenit ke-75, Argentina sejatinya sudah unggul 2-0 dari De Oranye via gol Nahuel Molina menit 35 dan eksekusi penalti Lionel Messi menit 73.
Bagi Messi, gol penaltinya itu menjadi gol keempat di turnamen ini dan membuatnya sudah mencetak 10 gol secara keseluruhan di Piala Dunia, bersaing dengan Gabriel Batistuta yang terbanyak untuk Argentina. Messi sekarang memiliki total 94 gol dalam 169 pertandingan internasionalnya.
Timnya tertinggal 2-0, pelatih Belanda Louis van Gaal memasukkan dua striker jangkung - Weghorst dan Luuk De Jong dan bahkan menyuruh bek tengah Virgil van Dijk untuk bermain di depan. Permainan pun tiba-tiba berubah.
Menit 83 sundulan Wout Weghorst mempertipis ketinggalan dan tambahan waktu 10 menit memberikan gol kedua yang kembali dicetak Weghorst menit 101.
Argentina harus melanjutkan perjuangan di ekstra time yang tak mengubah skor dan akhirnya drama adu penalti dimulai.
Enzo Fernandez menjadi satu-satunya pemain Argentina yang gagal mencetak gol dalam adu penalti. Penyelamatan kiper Emiliano Martinez adalah dari upaya Van Dijk dan Steven Berghuis, setelah itu dia menarik celana pendeknya tinggi-tinggi dan menari-nari.
Pertandingan diakhiri dengan skor 4-3 dimana Messi terlihat bibir atasnya berlumuran darah, meneriakkan makian kepada lawan dan meluapkan emoasi kepada wasit.
Setelah Lautaro Martinez mencetak gol penalti yang menentukan, Messi - dengan tangan terentang - berlari untuk melompat ke pelukan kipernya.
"Kami harus menderita tapi kami berhasil melewatinya," ujar Messi usai laga.
Messi melakukannya, terutama, dalam pertandingan yang sering diwarnai kekerasan yang menampilkan 17 kartu kuning - rekor untuk pertandingan Piala Dunia - dua diantaranya jatuh ke tangan bek Belanda, Denzel Dumfries, saat ia diusir setelah pertandingan.
Messi mengkritik wasit Spanyol, Antonio Mateu, dengan mengatakan "Saya tidak berpikir dia memenuhi standar. Dia sangat berbahaya bagi kami," ungkapnya.
Dan, di sisi Messi yang jarang terlihat, dia memutuskan wawancara pasca-pertandingan di lapangan untuk meneriakkan makian pada pencetak dua gol Belanda, Wout Weghorst. "Apa yang kamu lihat, bodoh?" ucapan Messi yang terdengar.
Messi dan rekan-rekan setimnya berkeliaran di lapangan selama 20 menit di akhir pertandingan, bergiliran menari dan melompat-lompat di depan para penggemar Argentina yang merayakan dan melambaikan syal. Messi mengatakan mendiang Diego Maradona sedang mengawasi tim.
"Diego melihat kami dari surga," kata Messi tentang mantan kapten dan pelatih Argentina yang meninggal dua tahun lalu. "Dia mendorong kami. Saya harap tetap seperti itu sampai akhir," ujarnya.
Ini hanya kedua kalinya Argentina mencapai empat besar sejak 1990. Pada tahun 2014, Messi adalah bagian dari tim yang kalah dari Jerman di final dan dia terlihat ingin mencapainya lagi di turnamen yang dia ubah menjadi highlight reel pribadinya sendiri.
Sementara kekalahan itu mengakhiri tugas ketiga Van Gaal sebagai pelatih Belanda dan Messi berbagi momen dengan pelatih berusia 71 tahun itu di akhir laga. "Sejak kami tiba di sini kami telah fokus pada adu penalti. Kami pikir kami akan memenangkan adu penalti," ungkap Van Gaal.
Fullback Argentina Marcus Acuna dan Gonzalo Montiel akan absen di semifinal setelah mengoleksi kartu kuning kedua.
Editor: Aspian Nur