Sejatinya Pelé sendiri saat ini masih dirawat di rumah sakit karena infeksi pernapasan namun masih sempat memposting pesannya di Instagram.
"Saya melihat Anda (Neymar) tumbuh, saya bersorak untuk Anda dan akhirnya saya bisa mengucapkan selamat kepada Anda karena telah mencapai jumlah gol saya bersama Brasil. Kita berdua tahu bahwa ini lebih dari sekadar angka," tulis pria berusia 82 tahun itu. "Tugas terbesar sebagai pemain adalah menginspirasi. Sayangnya ini bukan hari yang paling membahagiakan bagi kami," tulis Pelé.
"Rekor saya dibuat hampir 50 tahun yang lalu dan tidak ada yang berhasil mendekatinya sampai sekarang. Anda sampai di sana nak. Itu menunjukkan betapa hebatnya pencapaianmu,” imbuhnya
Neymar diketahui pada laga melawan Kroasia mencetak satu-satunya gol Brasil di Education City Stadium, memberinya 77 gol untuk tim nasional. Kroasia kemudian menyamakan kedudukan dan melaju ke semifinal dengan memenangi adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1.
Neymar sendiri yang sudah berusia 30 tahun tidak mengambil penalti. Dia berjalan keluar lapangan sambil menangis.
Pelé merupakan legenda hidup Brasil yang memenangkan tiga Piala Dunia. Dia menjalani operasi pengangkatan tumor usus besar tahun lalu, juga menjalani kemoterapi dalam perjuangannya melawan kanker.
Putri-putri Pelé, Kely dan Flavia Nascimento, memposting montase ayah mereka dan Neymar bersama-sama dalam perayaan atas torehan gol sang penyerang.
Terlepas dari apa yang disampaikan Pele, pada laga tersebut Vetreni, julukan Krosia, mencapai semifinal untuk kedua kalinya secara beruntun setelah Piala Dunia 2018 di Rusia.
"Rasanya seperti mimpi buruk. Sulit dipercaya ini terjadi," kata Neymar, yang tetap membuka masa depannya dengan tim nasional setelah kekalahan itu.
Pelatih Brasil Tite mengatakan ia telah menyimpan pemain terbaiknya untuk mengambil penalti kelima. "Itulah yang paling banyak mendapat tekanan dan dia akan menjadi pemain dengan kualitas dan kesiapan mental paling baik untuk mengambil tendangan itu," kata Tite.
Kiper Kroasia, Dominik Livakovic, menggagalkan upaya penalti pertama Rodrygo dan tendangan Marquinhos kemudian membentur tiang gawang. Livakovic telah menghasilkan beberapa penyelamatan kunci saat kedua tim bermain imbang 0-0 dalam regulasi dan 1-1 di perpanjangan waktu.
"Kami dibesarkan sebagai pejuang, memberikan yang terbaik," kata Livakovic. "Dan itulah resep untuk sukses."
Lima dari enam pertandingan terakhir Kroasia di Piala Dunia telah berlanjut ke perpanjangan waktu, termasuk kemenangan adu penalti atas Jepang di babak 16 besar di Qatar. Tim ini telah sukses dalam delapan dari 10 pertandingan sistem gugur terakhirnya di turnamen.
Kroasia bangkit dari ketertinggalan di setiap pertandingan babak sistem gugur pada tahun 2018, dan sekali lagi dalam dua pertandingan eliminasi yang telah dimainkannya di Qatar.
"Kami memiliki karakter yang kuat dan kami tidak menyerah," kata pelatih Kroasia Zlatko Dalic. "Kami siap untuk segalanya hari ini. Kami tahu bahwa saat pertandingan berlangsung, peluang kami meningkat," tegasnya
Nikola Vlasic, Lovro Majer dan Mislav Orsic juga mengkonversi penalti mereka untuk Kroasia, sementara Casemiro dan Pedro mencetak gol untuk Brasil.
Gol di waktu normal tercipta di 30 menit ekstra time, pertama via Neymar kemudian disamakan Bruno Petkovic menit ke-117.
Kroasia selanjutnya akan menghadapi Argentina tiga hari lagi untuk mencoba kembali ke final Piala Dunia empat tahun setelah kehilangan gelar dari Perancis pada 2018. Brasil sejatinya ingin mencapai semifinal untuk pertama kalinya sejak 2014. Mereka belum pernah mencapai sejauh itu sejak menjadi tuan rumah turnamen delapan tahun lalu, ketika Selecao dipermalukan oleh Jerman 7-1.
Wakil Amerika Selatan itu berusaha mengalahkan lawan Eropa di babak sistem gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak final 2002 melawan Jerman, ketika mereka juara untuk terakhir kalinya.
Brasil hanya berjarak beberapa menit dari kemenangan ketika Petkovic mencetak gol dengan tendangan kaki kiri yang terdefleksi dari Marquinhos sebelum melewati kiper Brasil Alisson Becker. Itu adalah satu-satunya upaya Kroasia yang tepat sasaran, melawan 11 upaya Brasil.
"Sulit untuk menemukan kata-kata. Kami kesal," kata Casemiro. "Terutama karena bagaimana itu terjadi, kami memilikinya di tangan kami. Ini sulit. Kami harus mengangkat kepala kami,” tegas pemain Manchester United itu.
Ini adalah pertandingan terakhir Brasil di bawah asuhan Tite, yang telah mengatakan sebelum Piala Dunia dimulai dia tidak akan lagi menangani tim nasional. "Ini adalah akhir dari sebuah siklus," kata Tite. "Kehilangan itu menyakitkan, tetapi saya berdamai dengan diri saya sendiri sekarang," ucap Tite.
Editor: Aspian Nur