Messi memecah kebuntuan setelah 35 menit laga berjalan lewat sepakan menyusur tanah pada pertandingan ketat dimana The Socceroos menerapkan pertahanan berlapis. Kesalahan kiper Mathew Ryan membuat Julian Alvarez menggandakan skor jadi 2-0 menit 57 babak kedua dimana setelahnya Enzo Fernandez membuat gol bunuh diri ke gawang Argentina menit 77.
Tak hanya Messi, saat peluit akhir dibunyikan, Argentina juga berterima kasih kepada kiper Emiliano Martinez yang beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang terutama di detik-detik terakhir pertandingan yang semakin menegangkan untuk mencegah perlunya perpanjangan waktu dan potensi kejutan lain di Piala Dunia.
"Itulah Piala Dunia," kata Messi dilansir dari apnews.com pagi ini. "Semua pertandingan itu sulit dan yang penting adalah menang," tegasnya usai pertandingan.
Messi mencetak gol ketiganya di turnamen tahun ini dan kesembilan secara total di Piala Dunia - satu lebih banyak dari Diego Maradona, tertinggal satu gol di belakang rekor Gabriel Batistuta dengan 10 gol untuk Argentina di Piala Dunia.
Messi sudah mencetak 789 gol dalam karirnya yang mungkin saja akan mencapai puncaknya 19 Desember dengan memenangkan trofi terbesar sepak bola di Piala Dunia kelimanya dan kemungkinan Piala Dunia terakhirnya.
Mimpi itu masih hidup bagi pemain dunia tujuh kali itu dan puluhan ribu penggemar Argentina yang mendominasi Stadion Ahmad Bin Ali, dengan hanya sebagian kecil pendukung Australia yang berpakaian hijau dan emas, membuatnya terasa seperti pertandingan di Buenos Aires atau Rosario.
Para pemain Argentina saling bergandengan tangan dan membentuk barisan panjang untuk merayakannya di depan para penggemar mereka yang melambaikan syal di salah satu ujung stadion setelah pertandingan.
"Seluruh Argentina ingin berada di sini, tetapi itu tidak mungkin," kata Messi. "Ikatan ini, persatuan yang kami miliki, itu indah," ujarnya.
"MESSI! MESSI!" teriakan itu terdengar di tribun penonton. "Wow, dia luar biasa," kata pelatih Australia Graham Arnold. “Sebelum kami datang ke sini, orang-orang mengatakan kami adalah tim terburuk di Piala Dunia dan tim Socceroos terburuk yang pernah ada tapi itu sudah hilang sekarang," sebut Arnold.
Ini kedua kalinya Aussie lolos ke 16 Besar setelah tahun 2006 yang saat itu kalah dari juara Italia. "Kami memberikan segalanya tetapi itu tidak cukup," ," kata striker Australia Jackson Irvine sambil menangis.
Lolos ke 8 Besar, Argentina akan bersua Belanda di Stadion Lusail, tempat berkapasitas 89.000 kursi di mana final akan dipentaskan. Kedua tim terakhir kali bertemu di Piala Dunia pada 2014, ketika Argentina menang adu penalti di semifinal.
Angel Di Maria, yang terhubung dengan baik dengan Messi selama babak penyisihan grup, absen dalam pertandingan karena dia belum pulih dari cedera paha. "Mudah-mudahan dia akan bisa bermain (melawan Belanda)," kata pelatih Argentina Lionel Scaloni. "Dia tidak siap untuk hari ini," ucapnya.
Editor: Aspian nur